Sabtu, 16 Maret 2013

buku panduan skripsi iain STS jambi


BAB I

PENJELASAN UMUM & PEMBIMBINGAN


A.   Pengertian
Skripsi adalah karya llmiah yang mengikuti prosedur karya ilmiah, yang disusun oleh mahasiswa srtata satu (S1) sebagai cikal bakal sarjana. Kajian dan uraian skrispsi lebih mendalam dan bersifat interpretatif ketimbang karya ilmiah lain, seperti makalah, sebab merupakan aplikasi disiplin ilmu yang dikembangkan sehingga menjadi profesi. Maksud penulisan skripsi adalah melatih mahasiswa berpikir sistematis dan logis serta menuangkan ide-ide atau gagasan dengan metode ilmiah dalam bentuk tulisan. Skripsi merupakan hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dengan menggunakan prinsip-prinsip dan metode berpikir ilmiah, seperti: objektif, empiris, logis, analitis, komprehensif,  verifikatif, dan sistematis.
Skripsi harus ditulis dengan menggunakan gaya bahasa ilmiah, bukan gaya lisan (pidato) dan gaya bahasa sastra. Skripsi dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, dan Arab atau Inggris. Untuk jurusan pendidikan bahasa Arab dan Inggris skripsi harus ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris.

B.   Bobot dan Kriteria Kelulusan
Penulisan skripsi memiliki kedudukan yang sama dengan mata kuliah yang lain, namun berbeda dalam hal bentuk, proses belajar mengajar dan cara penilaiannya.Skripsi  mempunyai peran yang sangat penting sebagai instrumen kendali mutu (quality control) bagi calon alumni setiap program studi/jurusan dan fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Bobot skripsi adalah 6 SKS, atau yang setara dengan kegiatan akademik setiap minggu sebesar 24 – 30 jam SKS selama satu semester atau juga setara dengan kegiatan akademik sebesar 600 – 750 jam. Skripsi ini adalah sebagai tugas akhir (final assignment) mahasiswa program S1 dengan mempertimbangkan keterbatasan kemampuan dari mahasiswa dalam melakukan kegiatan penelitian. Dalam batas-batas tertentu mahasiswa belajar meneliti.

C.   Tujuan Penulisan Skripsi
              Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan penyusunan skripsi :
1.    Agar mahasiswa secara mandiri mampu melakukan penelaahan kepustakaan yang relevan dengan masalah yang akan ditelitI
2.   Agar mahasiswa terlatih bersikap jujur, disiplin, cermat, dan objektif dalam kinerja.
3.   Agar mahasiswa mampu menerapkan kemampuan bernalar keilmuan dalam merumuskan permasalahan dan mencari pemecahan masalah serta mampu mengkomunikasikan baik secara tertulis dalam bentuk laporan kripsi maupun secara lisan terutama pada ujian skripsi.
4.   Mampu menyusun dan menulis karya ilmiah yang sesuai dengan bidang ilmu yang digelutinya.
5.   Agar mahasiswa mampu menerapkan tradisi berfikir sistematis, kronologis, dan logis dalam memecahkan masalah.
6.   Agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan keilmuan yang dimilikinya dengan menggunakan metode ilmiah.
7.   Agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis (critical thinking skill) dan kemampuan berfikir tingkat tinggi (high order thinking skills).

D.   Persyaratan Penulisan Skripsi
Penulisan skripsi dapat dilakukan oleh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.    Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun akademik bersangkutan.
2.    Lulus mata kuliah Metodologi Penelitian I dan II, Stantistik Pendidikan  dan Praktek Penelitian dan Bimbingan Skripsi. Syarat ini diberlakukan untuk membantu mahasiswa mengatasi masalah teknis metodologi ketika menulis.
3.    Memiliki skor SKK 50 poin. Pemenuhan skor SKK sejumlah tersebut, dianggap cukup memadai bagi mahasiswa untuk mendewasakan diri dalam proses aktivitas kemahasiswaan dan aktivitas sosial lainnya, sehingga pada akhirnya setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan dianggap mampu mandiri dan berkiprah di tengah masyarakat.
4.    IP Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
5.    Telah menyelesaikan minimal 128 SKS  atau minimal 75% dari beban SKS.    dibuktikan dengan Kartu Hasil Studi mahasiswa.

E.  Ruang Lingkup dan Karakteristik Penelitian Skripsi
              Penulisan skripsi sesuai dengan ranah keilmuan program studi mahasiswa yang bersangkutan, diutamakan yang terkait dengan pendidikan.    Penelitian skripsi dapat dilakukan di dalam maupun di luar lembaga  pendidikan, serta dapat dilakukan pada semua jenjang pendidikan, termasuk pendidikan dasar. Penelitian skripsi dapat dilakukan  baik dengan pendekatan kualitatif (penelitian lapangan, pustaka , dan action research), dan pendekatan kuantitatif (eksperimen, murni, penelitian dan pengembangan, evaluasi dan survey).

  1. Pembimbingan Skripsi

1.   Ketentuan Umum
            Penyusunan skripsi dibimbing oleh tim pembimbing, dengan ketentuan sebagai berikut:
a.   Penyusunan skripsi dibimbing oleh pembimbing I dan Pembimbing II.
b.   Pembimbing I dan II diusulkan ketua Jurusan/Program Studi dan ditetapkan oleh Dekan (PD 1) sesuai dengan ketersediaan dosen jurusan/prodi atau mempertimbangkan aspek keahlian.
c.   Pembimbing, dengan mempertimbangkan keterbatasan SDM pada Prodi tertentu dapat ditunjuk dari dosen luar Fakultas Tarbiyah.

2.   Persyaratan Pembimbing
a.   Pembimbing I adalah dosen tetap pada Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi baik yang merupakan dosen Jurusan/Prodi maupun dosen jurusan lain yang dianggap memiliki kompetensi.
b.   Pembimbing I adalah dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor, atau asisten ahli yang memiliki gelar akademik Doktor (DR)/Phd.
c.   Pembimbing II diutamakan dosen Fakultas yang berada pada masing-Jurusan/Prodi masing-masing.
d.   Pembimbing II pada Program Studi tertentu dapat ditunjuk dari dosen muda yang telah menjadi tenaga pengajar sekurang-kurangnya 1 tahun pada masing-masing Jurusan/Prodi.    


3.   Tugas dan Kewajiban Pembimbing
a.   Pembimbing bertugas membantu mahasiswa dalam proses perumusan proposal/usulan penelitian
b.   Pembimbing bertugas mengarahkan mahasiswa dalam melaksanakan dan melaporkan hasil penelitian sesuai dengan kriteria keilmiahan.
c.   Memberikan persetujuan untuk seminar, penelitian, ujian, dan perbaikan.
d.   Menilai tugas akhir/skripsi mahasiswa.Pembimbing wajib meluangkan waktu untuk memberikan layanan bimbingan kepada mahasiswa, serta membimbing dengan pendekatan empatik.
e.   Salah seorang pembimbing wajib hadir pada seminar proposal mahasiswa bimbingan.
f.    Salah seorang pembimbing harus hadir pada ujian munaqasyah mahasiswa bimbingan.
g.   Tugas pembimbing satu dititikberatkan pada aspek isi (content), sedangkan pembimbing dua pada aspek metodologi dan teknik penulisan.

4.   Penggantian Pembimbing
a.   Pembimbing dapat diganti atas permintaan dosen pembimbing yang bersangkutan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara tertulis.
b.   Dalam keadaan tertentu, mahasiswa dapat mengajukan penggantian dosen pembimbing dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
c.   Kajur/Kaprodi, atas persetujuan Dekan, dapat melakukan penggantian pembimbing dalam kondisi dimana pembimbing tidak dapat menjalankan tugas secara efektif.

5.   Proses Pembimbingan
a.   Proses pembimbingan dimulai perumusan proposal
b.   Proses pembimbingan dilakukan secara berurutan, dimulai dari pembimbing II (metode dan teknik penulisan) selanjutnya pembimbing I (isi).
c.   Bimbingan dilaksanakan selama satu semester (6 bulan) dan dapat diperpanjang.
d.   Bimbingan dilakukan minimal 8 kali secara intensif (sesuai ketentuan sertifikasi dosen) selama 6 bulan yang dibuktikan dengan Kartu Konsultasi (Lampiran 6)
e.   Setiap konsultasi, mahasiswa wajib menulis hasil konsultasi yang ditandatangani oleh pembimbing skripsi.
f.    Bimbingan skripsi dapat diberikan sampai batas akhir masa studi (semester 14), kecuali cuti.
g.   Proses bimbingan dinyatakan selesai pada saat mahasiswa telah selesai melakukan perbaikan skripsi hasil ujian munaqasyah.

G.  Ketentuan Ujian Skripsi Munaqasyah
1.   Ketentuan Umum (Persyaratan Agenda Ujian Skripsi)
a.   Pendaftaran ujian skripsi dilaksanakan setiap hari kerja.
b.   Pendaftaran dilakukan pada bagian Subbag Akademik dan Kemahasiswaan.
c.   Pendaftar telah memenuhi persyaratan akademik yang telah ditentukan, yaitu:
1)  Bukti pelunasan SPP pada semester berjalan
2)  Transkrip nilai asli (IPK) yang ditandangani Kajur/Kaprodi.
3)  Sertifikat  kelulusan Praktikum  Komputer, TOEFL, TOAFL, dan Juz Amma
4)  Daftar Nilai Ujian Komprehenshif
5)  Sertifikat/Piagam PPL  dan Kuliah Kerja Nyata.
6)  Skripsi yang telah disetujui oleh kedua Pembimbing.
7)  SKK dengan nilai minimal 50.

2.   Persyaratan Ujian Skripsi
          Skripsi dapat diujikan jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a.   Terdaftar pada panitia/pengelola ujian skripsi.
b.   Membawa bukti referensi yang dijadikan rujukan pembuatan skripsi.
c.   Telah ditandatangani oleh pembimbing.

3.   Penguji Skripsi
a.   Penguji skripsi adalah dosen Fakultas atau dosen non Fakultas yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh Pembantu Dekan I (PD 1).
b.   Penguji terdiri dari Penguji I dan Penguji II dengan ketentuan :
1)  Penguji I dan II adalah dosen Fakultas Tarbiyah, diutamakan dosen pada Jurusan/Program studi atau yang dipandang memenuhi kualifikasi untuk menguji skripsi pada bidang tertentu.
2)  Penguji I disyarakatkan memiliki kualifikasi jabatan akademik /fungsional lektor, atau kualifikasi akademik S3. Sedangkan penguji II dapat ditunjuk dengan jabatan akademik asisten ahli.
3)  Penguji I fokus pada aspek isi (content). Sedangkan penguji II lebih ditekankan pada aspek metodologi.
c.   Penguji telah menerima skripsi minimal 2 hari sebelum diujikan.
d.   Dosen yang ditunjuk sebagai penguji skripsi berhak menolak menjadi penguji jika skripsi tersebut baru diserahkan kurang dari batas waktu minimal yang ditentukan.
e.   Jika pada hari ujian salah satu penguji tidak hadir sampai batas waktu yang telah ditentukan, ujian tetap dilaksanakan dengan penguji lain yang ditunjuk oleh Kajur/Kaprodi.
f.    Ketua Sidang merangkap sebagai penguji
g.   Ketua Sidang (sebagai penguji) dapat mengajukan pertanyaan yang bersifat klarifikasi terhadap hal-hal yang dianggap kurang jelas.

4.   Pelaksanaan Ujian Skripsi
a.   Ujian skripsi/Munaqsyah dilaksanakan pada hari kerja di ruang ujian khusus (Ruang Munaqasah) yang telah ditentukan.
b.   Ujian skripsi dipimpin oleh satu Ketua Sidang, satu orang Sekretaris Sidang, dua orang Penguji, dan satu orang pembimbing.
c.   Ketua Sidang munaqasyah ditunjuk dari Dekan, Pembantu Dekan, atau Ketua-ketua Jurusan/Ketua Prodi.
d.   Tugas Ketua Sidang:
1)  Memimpin sidang.
2)  Mengarahkan pelaksanaan persidangan.
3)  Mengumumkan hasil ujian munaqasah dan menutup sidang.
e.   Tugas sekretaris sidang:
1)  Menggantikan pimpinan sidang jika berhalangan.
2)  Membantu tugas ketua sidang.
3)  Membuat notulasi pelaksanaan sidang.
4)  Mendistribusikan form nilai bimbingan dan ujian skripsi kepada penguji dibantu staf jurusan.
5)  Merekap nilai bimbingan dan ujian skripsi dan menghitung indeks prestasi komulatif dan yudisium. 
6)  Membuat Berita Acara Ujian Skripsi (Lampiran 7)
f.    Peserta ujian skripsi wajib hadir 30 menit sebelum sidang dibuka, dengan mengenakan pakaian resmi. Bagi mahasiswa mengenakan  kemeja, berdasi, berjas almamater, dan bersepatu. Sedangkan mahasiswi berbusana muslimah (menggunakan rok panjang dan jas almamater), dan bersepatu.
g.   Dosen penguji harus berpakaian rapi, dan memakai toga.
h.   Dosen penguji wajib hadir 10 menit sebelum ujian dimulai.
i.    Setiap peserta ujian harus mempresentasikan isi skripsi di hadapan penguji selama 7 - 10 menit dengan menggunakan power point meliputi masalah, teori, metodologi, dan hasil penelitian. 
j.    Sebelum mempresentasikan isi skripsi, peserta ujian diberi kesempatan untuk menyampaikan ralat tulisan skripsi dengan membacakan daftar ralat yang telah disiapkan oleh yang bersangkutan.
k.   Penyampaian ralat secara tertulis dilakukan bersamaan dengan penyerahan skripsi kepada para penguji.
l.    Setiap penguji diberi kesempatan waktu menguji maksimal 20 menit. Sedangkan Ketua Sidang  maksimal 10 menit. Sedangkan pembimbing diberikan kesempatan memberikan arahan kepada mahasiswa sebelum diuji.
m. Penguji dan Ketua Sidang dan pembimbing memberikan nilai  dengan memperhatikan bobot masing-masing aspek yang dinilai.
n.   Pertanyaan ujian, saran/perintah perbaikan dan atau perubahan skripsi yang disampaikan penguji ditulis secara resmi di lembar Catatan Ujian Skripsi yang dikeluarkan oleh Fakultas.
o.   Hasil ujian skripsi dapat diumumkan setelah penguji dan pembimbing secara lengkap memberi nilai.
p.   Pengumuman hasil ujian skripsi dan penutupan sidang munaqasah dilakukan oleh Ketua Sidang sekaligus memberikan pesan-pesan akhir yang dianggap penting.

5.   Penilaian Ujian Munaqasyah
a.   Aspek yang dinilai oleh penguji mencakup; (1) kedalaman, kebaruan, dan signifikansi isi /substansi yang diteliti (2) ketepatan dan penguasaan metode penelitian yang digunakan, (3) kemampuan mempertahankan hasil penelitian secara ilmiah dan penguasaan terhadap teori yang digunakan, (4) kemampuan menyajikan hasil penelitian dengan menggunakan bahasa dan teknik notasi yang tepat, (5) kemampuan menampilkan dan memahami secara keseluruhan (komprehensif) isi skripsi.
b.   Aspek yang dinilai oleh pembimbing mencakup; (1) kedalaman, kebaruan, dan signifikansi isi /substansi yang diteliti (2) ketepatan metode penelitian yang digunakan, (3) presisi, relevansi, dan keutuhan kerangka teori yang digunakan  (4) ketepatan dan konsitensi  penulisan, tampilan,  bahasa sistematika, dan teknik notasi yang digunakan (5) proses pembimbingan, mencakup kesungguhan meneliti,  pemahaman secara komprehensif terhadap isi penelitian, intensitas pembimbingan, dll.
c.   Pemberian  nilai terhadap mahasiswa yang lulus bersayarat maksimal C+
d.   Perhitungan nilai merujuk pada pedoman akademik
e.   Perhitungan nilai indeks prestasi dan prediket kelulusan merujuk pada pedoman akademik Fakultas Tarbiyah.
f.    Aspek dan bobot penilain dapat dilihat pada tabel berikut:



Tabel 1. Aspek dan bobot penilaian Penguji

No
Aspek
Bobot
1
Isi /Substansi
35%
2
Metodologi
20%
3
Kemampuan  Mempertahankan
20%
4
Penyajian bahasa dan Notasi
10%
5
Presentasi dan Komprehensif/pemahaman
15%

Jumlah
100%

Tabel 2. Aspek dan bobot penilaian Pembimbing

No
Aspek
Bobot
1
Isi /Substansi
35%
2
Metode Penelitian
25%
3
Kerangka Teori
15%
4
Penulisan, tampilan, bahasa, dan notasi
15%
5
Pembimbingan
10%

Jumlah
100%
                 







Rumus : S = (N1 + N2 + N3 + N4)
                                                      3
                  S          : Skor
                  N1       : Penguji I
                  N2       : Penguji II
                  N3       : Ketua Sidang
                  N4       : Pembimbing


6.   Jenis Kelulusan dan Standar Nilai
          Hasil ujian munaqasyah diukur melalui standar kelulusan, jenis hasil sidang munaqasyah pada Fakultas Tarbiyah dibedakan menjadi; lulus murni, lulus bersyarat, dan tidak lulus.
a.   Lulus Murni.  Mahasiswa dinyatakan lulus ujian munaqasyah murni jika skripsi merupakan hasil karya sendiri, memenuhi criteria umum penelitian sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan mampu mempertahankan hasilnya dihadapan sidang munaqasyah.
b.   Lulus bersyarat. Mahasiswa dinyatakan lulus bersyarat jika laporan penelitian yang disajikan adalah karya sendiri namun kurang memenuhi unsur-unsur penelitian dan kaidah keilmiahan, penguasaan metodologi eyang kurang utuh,   kurang mampu mempertahankan hasil penelitian secara optimal, serta penguasaan yang lemah. Pada kondisi ini, penguji memberikan nilai ujian setelah mahasiswa yang bersangkutan melakukan perbaikan secara luas, baik sisi metodologi maupun konten. Nilai yang diberikan maksimal C+.
c.   Tidak lulus. Mahasiswa dinyatakan tidak lulus ujian munaqasyah jika skripsi yang disajikan bukan merupakan karya sendiri, atau terindikasi plagiat baik sebagian maupun keseluruhan dari karya orang lain. Meskipun optimal dari aspek metodologi dan penguasaan isi. Pada kondisi ini, mahasiswa wajib melakukan penelitian ulang, dan mengikuti prosedur pembimbingan dan agenda skripsi dari awal.

H.  Perbaikan Skripsi
1.   Mahasiswa wajib memperbaiki skripsi sesuai saran-saran penguji.
2.   Hasil perbaikan skripsi merupakan syarat untuk mengikuti wisuda dan pengambilan ijazah.
3.   Mahasiswa wajib menunjukkan catatan perbaikan kepada penguji saat meminta tanda tangan pengesahan.
4.   Perbaikan skripsi yang dinyatakan lulus harus diselesaikan selambat-lambatnya 3 bulan terhitung sejak tanggal ujian munaqasyah.
5.   Bila melewati batas waktu yang ditentukan, maka yang bersangkutan harus mendaftar ulang ujian skripsi dengan biaya sendiri.
6.   Peserta ujian skripsi yang dinyatakan tidak lulus, diberi kesempatan selambat-lambatnya 6 bulan untuk memperbaiki atau menulis ulang sesuai dengan saran Tim Penguji.
7.   Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus harus menulis ulang skripsinya, dan mengajukan proposal skripsi sesuai dengan prosedur yang berlaku.     

I.    Pengesahan Skripsi
1.   Dosen penguji berhak tidak memberikan tanda tangan pengesahan jika mahasiswa yang bersangkutan belum memperbaiki sesuai dengan yang dikehendaki.
2.   Pengesahan skripsi dilakukan setelah perbaikan dengan prosedur penanda tanganan dimulai dari penguji, sekretaris sidang, ketua sidang, dan terakhir pembimbing.

J.   Penyerahan dan Pengarsipan Skripsi
1.   Skripsi yang sudah disahkan harus diserahkan ke pembimbing, penguji, Jurusan/Prodi  dan perpustakaan Institut dalam bentuk hardcopy atau softcopy  (CD R) sebanyak 1 eksemplar. Khusus untuk penyerahkan ke Jurusan/Prodi disyaratkan dalam bentuk softcopy CDR
2.   Bukti penyerahan skripsi dijadikan syarat untuk pengambilan ijazah (Lampiran 8).

K.  Ketentuan Lain-Lain
     Hal-hal yang belum dan atau tidak tercantum dalam Pedoman Skripsi ini diatur pada ketentuan lain.

















BAB II
KODE ETIK PENULISAN SKRIPSI
            Kode etik adalah petunjuk etis yang harus dipenuhi oleh mahasiswa (peneliti) ketika melakukan penelitian terkait dengan perizinan, proses memperoleh data/informasi, pengutipan, dan substansi penelitian. Pemaparan kode etika penulisan skripsi pada Buku Pedoman ini penting guna memberikan arah etis penelitian kepada peneliti (mahasiswa) seraya mengikis tradisi penulisan skripsi yang menyalahi kode etik penelitian yang jamak dilakukan oleh mahasiswa (peneliti) seperti; (1) mendaur ulang hasil penelitian orang lain dan mengakuinya sebagai hasil penelitian sendiri, misalnya hanya dengan mengganti nama lokasi, waktu penelitian, dan sebagian data, (2) mengcopy paste sebagian naskah laporan hasil penelitian orang lain, misalnya mengambil sebagian latar belakang masalah, tinjauan pustaka, atau metode penelitian. (3) mengutip teori dari buku, jurnal, hasil penelitian, dan esai (termasuk yang online) tanpa menyebutkan sumbernya.  (4) memanipulasi dan/atau merekayasa data hasil penelitian, dan last but not least  (5) meminta orang lain untuk  (mengupahkan) pembuatan skripsi.  Untuk itu, pada bagian ini dipaparkan sejumlah etika penelitian, khususnya dalam penulisan skripsi.
A.   Etika Penulisan Skripsi
 Etika penelitian adalah what moral research procedure involves (Neuman 2000 : 90). Basis (pedoman standard) bagi kode etik dalam penelitian ilmu sosial itu sendiri, beberapa diantaranya terdiri dari :
1.   Do not exploit subjects or students for personal gain. Jangan mengekploitasi subjek  penelitian untuk tujuan pribadi.
2.   Honor all guarantees of privacy, confidentiality, and anonymity.  Hormati privacy, kerahasiaan, dan nama
3.   Do not coerce or humiliate subjects. Jangan memaksa, mempermalukan subjek.
4.   Use deception only if needed, and always accompany it with debriefing. Guna muslihat hanya jika diperlukan, dan harus selalu diikuti dengan menginformasikan hasil penelitian sementara kepada peserta penelitian.
5.   Use the research method that is appropriate to a topic. Gunakan metode penelitian sesuai dengan topik
6.   Detect and remove undesirable consequences to research subjects.  Kenali dan hilangkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi subjek penelitian.
7.   Anticipate repercussions of the research or publication of results. Antisipasi akibat publikasi hasil penelitian.
8.   Cooperate with host nations when doing comparative research.   Kerjasama dengan penduduk setempat jika melakukan penelitian komparasi.
9.   Make interpretations of results consistent with the data.  Buat tafsiran hasil penelitian sesuai dengan data.
10.   Use high methodological standards and strive for accuracy.  Gunakan standar metode tinggi dan usahakan ketepatan.
11.   Do not conduct secret research. Jangan melakukan penelitian yang sifatnya rahasia. (Neuman, 2000 : 102). 

            Sejalan dengan itu, Creswell (2010) mengidentifikasi sejumlah masalah-masalah etis yang perlu diantisipasi dalam penelitian, meliputi:
1.      Masalah etis dalam masalah penelitian; peneliti mengidentifikasi satu masalah atau isu yang penting untuk diteliti dan menyajikan rasionalisasi akan pentingnya masalah tersebut. Diupayakan tidak melemahkan atau meminggirkan partsipan/subjek yang akan diteliti.
2.      Masalah etis dalam pengumpulan data; jangan membahayakan partisipan/subjek penelitian, hargai kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat, pertimbangkan komunitas tertentu seperti anak-anak, korban kekerasan dan bencana, napi, individu – individu yang terserang penyakit, harus ada persetujuan dari yang berwenang (seperti, satpam), menghormati lokasi penelitian, perlu ekperimen bagi kelompok-kelompok control, melibatkan partisipan, memproteksi informasi yang diterima dari informasi.
3.      Masalah etis dalam menginterpretasi data. Dalam mengantisipasi masalah-masalah etis, pertimbangan beberapa hal berikut: a) peneliti sebaiknya memproteksi nama (anonimitas) individu-individu, peran-peran, dan pristiwa-priswtiwa yang diteliti, b) data, setelah dianalisis harus dijaga dalam jangka waktu tertentu, misalnya 5-10 tahun, setelah itu boleh dibuang, c) dalam interpretasi data peneliti perlu memastikan bahwa informasi yang diperoleh benar-benar akurat dengan menerapkan strategi validitas dan reliabilitas.
4.      Masalah-masalah etis dalam menulis dan menyebarluaskan hasil penelitian. Dapat ditempuh dengan a) tidak menggunakan bahasa atau kata-kata yang mengandung bias pada orang-orang tertentu, baik bias gender, orientasi seksual, ras, etnis, ketidakmampuan maupun usia, b) menghindari pemalsuan atau mengkreasikan penemuan-penemuan ‘baru’ untuk memenuhi kebutuhan peneliti atau audiens, c) tidak mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan anda, misalnya mencantumkan diri sebagai peneliti tanpa memberikan kontribusi terhadap penelitian itu sendiri.

            Merujuk pada standar di atas, maka terdapat sejumlah standar etik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah mulai dari  penyusunan proposal sampai melaporkan penelitian sebagai berikut:
1.      Mendapatkan izin atau persetujuan baik dari lembaga terkait mapun partisipan/subjek penelitian sebelum memasuki setting/lokasi penelitian. Misalnya izin penelitian dari kepala sekolah, dinas sosial, lembaga adat dan lainnya.
2.      Menjaga privasi subjek atau responden penelitian. Hal ini dapat ditempunh dengan merahasiakan nama respon/subjek penelitian dengan inisial atau kode tertentu.
3.      Menjaga kevalidan dan kesahihan data, tidak merubah atau memanipulasi data hasil penelitian yang diperoleh di lapangan (apalagi data fiktip) untuk kepentingan (penyelesaian) penelitian, atau menafsirkan data tanpa menggunakan metode yang tepat. Untuk itu, mahasiswa (peneliti) diharuskan melampirkan data (asli) hasil penelitian, catatan lapangan seperti; transkrip hasil wawancara, pengamatan, studi dokumen atau data hasil tes, angket, ceklist dan lainnya. Transkrip tersebut sebaiknya mendapat persetujuan dari informan atau responden.
4.      Menjaga privasi, kerahasiaan lembaga. Jangan melaporkan/mengekspos hasil penelitian yang dapat merusak citra sekolah/lembaga. Misalnya, daripada mengangkat kecurangan /kebocoran dana BOS di sekolah, lebih baik mengungkap sisi lainnya, seperti dampaknya bagi siswa dan lembaga.
5.      Menyajikan bahasa-bahasa empati, yang tidak provokatif, baik pada latar belakang masalah maupun pada temuan penelitian. Gunakan kata ‘belum optimal’ daripada ‘tidak optimal’, ‘belum efektip daripada ‘kurang/tidak berhasil’.
6.      Hindari memberikan penghakiman (judgment) terhadap subjek penelitian, biar pembaca yang menilai. Misalnya, untuk daripada menyebut ‘otoriter’, lebih baik menyebutkan indikatornya, seperti; senang mengambil keputusan sendiri,  kurang menghargai perbedaan, senang menggunakan kekerasan, dan seterusnya.
7.      Hindari bahasa-bahasa yang cenderung bias gender, orientasi seksual, ras, etnis, dan sejenisnya. Misalnya, daripada menulis ‘guru – guru perempuan’ lebih baik menulis ‘guru’, atau ‘tenaga pengajar’ saja, tanpa ada penyebutan jenis kelamin. Daripada menuliskan ‘anak-anak yang IQ nya rendah’, lebih baik gunakan istilah ‘ anak – anak SLB’, atau ‘anak-anak autis’.
8.      Gunakan metodologi secara tepat dan sesuai praktik di lapangan. Misalnya jika dalam metodologi disebutkan teknik pemeriksaan data menggunakan trianggulasi, pastikan bahwa hal itu dilakukan.
9.      Hindari mengutip pendapat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya, atau mengutip satu sumber secara berlebih-lebihan, maksimal 200 kata (setengah halaman). Jika terpaksa harus mengutip kembali, selingi dengan tulisan lain.
10.   Lakukan penelitian dengan kemampuan sendiri, jangan meminta orang lain untuk mengerjakan penelitian/tugas akhir Anda. Jika terpaksa menggunakan jasa orang lain hanya diperkenankan untuk membantu pengetikan/editing bahasa dan analisis statistik dengan program SPSS. Khusus untuk jurusan /program studi Pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris tidak diperbolehkan menggunakan program penterjemahan, seperti transtool, google translation, dll.
11.   Lakukan penelitian yang baru, jangan melakukan daur ulang hasil penelitian sendiri (self plagiarism). Misalnya, jika mahasiswa (peneliti) pernah melakukan penelitian tentang sebuah topik, maka hasil penelitian tersebut tidak boleh lagi digunakan untuk penelitian skripsi/tugas akhir.
12.   Jangan mengklaim hasil penelitian orang lain sebagai hasil penelitian sendiri (plagiat) baik secara keseluruhan (copy paste) atau hanya ganti lokasi dan waktu.

B.   Pelanggaran
Satu diantara bentuk pelanggaran kode etik dalam penulisan karya ilmiah adalah plagiat. Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiarisme dalam dunia akademik terjadi ketika seorang penulis dengan sengaja menggunakan bahasa, ide, dan materi asli orang lain (bukan pengetahuan umum) tanpa menyebutkan sumbernya. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Beberapa bentuk plagiat yang harus dihindari oleh seorang peneliti adalah sebagai berikut: (UIN Jakarta, 2011);
1.   Plagiat kata per kata (verbatim Plagiarism), yaitu penjiplakan mutlak atau kutipan yang mengandung kata demi kata berikut susunan kalimatnya persis sama dengan seperti apa yang tertulis pada teks sumber atau mirip kutipan langsung namun tanpa tanda petik dan tanpa sumber. Bentuk lain plagiat kata per kata adalah pengutipan dimana satu dua kata asli diganti atau dihilangkan atau ada satu-dua kata sendiri yang dimasukan.
2.   Patchwork Plagiat, yaitu jiplakan dengan cara sekedar memindah-mindahkan kata-kata aslinya ke sana ke mari, sehingga mirip parafrase.
3.   Plagiat “kata kunci” atau “frase-kunci”. Plagiat jenis ini mirip dengan patchwork namun kata kunci saja dan/atau frase-kunci.
4.   Plagiat struktur gagasan/jalan pikiran. Plagiat jenis ini merupakan jiplakan panjang, terdiri dari banyak rangkaian kalimat, bahkan banyak alinea atau  struktur atau pola gagasan atau pola argumentasi orang lain.

Sejumlah bentuk plagirisme yang biasa terjadi dalam dalam penulisan skripsi di kalangan mahasiswa diantaranya:
1.   Mahasiswa mendownload  tulisan dari internet,  melakukan sedikit atau tanpa melakukan perubahan, mencetak dan menjadikannya sebagai bahan untuk memperoleh gelar sarjana.
2.   Mahasiswa melakukan daur ulang tulisan /skripsi mahasiswa lain (baik lama maupun baru) dan mengakuinya sebagai tulisan sendiri.
3.   Mahasiswa meminta orang lain untuk membuatkan skripsi untuknya dan mengakuinya sebagai tulisan sendiri.
4.   Mahasiswa mengutip teori dari sejumlah sumber  baik internet, jurnal, buku dan karya ilmiah lainnya tanpa menyebutkan secara jelas rujukannya, atau hanya menyebutkan rujukan untuk beberapa sumber agar tidak terkesan terlalu banyak rujukan.
5.   Mahasiswa menulis pendapat / teori dari orang lain dalam bahasa sendiri, sehingga terkesan merupakan pendapat sendiri.

C.   Sanksi
Jika mahasiswa (peneliti) terbukti melakukan pelanggaran terhadap kode etik penulisan skripsi, maka sanksi yang diberikan kepadanya adalah sebagai  berikut:
1.   Dinyatakan tidak Lulus Ujian Munâqasyah
a.   Sanksi tersebut dikenakan kepada pelaku plagiasi total dan jenis pelanggaran ini diketahui ketika ujian munâqasyah.  Jika plagiasi diketahui setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus, maka ijazah  yang bersangkutan dinyatakan batal demi hukum dan gelar akademik yang telah diberikan dapat dicabut.
b.   Sanksi ini juga dikenakan kepada pelaku manipulasi, pemalsuan data, dan pembuat data fiktif (rekayasa).
2.   Lulus Bersyarat
Sanksi ini dikenakan kepada pelaku plagiat parsial. Pelaku juga diwajibkan     memperbaiki skripsinya sesuai saran penguji.
3.   Surat peringatan/teguran oleh Ketua Jurusan dan/atau Dekan.
Sanksi ini dikenakan kepada peneliti yang merugikan dan/atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada kepada orang atau pihak lain dalam proses penelitiannya, setelah ada pihak yang melaporkan peneliti itu kepada Jurusan/Prodi di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi











BAB III

 JUDUL DAN PROPOSAL PENELITIAN


A.  PENGAJUAN JUDUL/FOKUS
1.      Syarat Pengajuan Judul
(Sama dengan syarat pengajuan Skripsi)
2. Prosedur pengajuan judul
a.   Mahasiswa yang telah memenuhi syarat (lihat syarat penulisan skripsi) mengajukan 3 (tiga) item judul/fokus penelitian dan berkonsultasi ke Jurusan/Program Studi (Lihat Lampiran 1)
b.   Ketua Jurusan/Program Studi memeriksa dan mengkonfirmasi judul/fokus penelitian, serta mengecek persyaratan pengajuan
c.   Jika judul/fokus yang diajukan dianggap belum layak untuk diteliti, mahasiswa diminta mengajukan judul/fokus lain setelah melakukan grandtour.
d.   Jika salah satu judul/fokus dianggap layak maka mahasiswa disarankan untuk membuat proposal penelitian sesuai dengan judul/fokus yang direkomendasikan
e.   Mahasiswa membuat proposal dan mengajukan dosen pembimbing ke Dekan Fakultas melalui bagian Umum dengan melampirkan persyaratan yang telah ditetapkan untuk diteruskan ke Jurusan/Program Studi. (Lihat Lampiran 2)
f.    Ketua Jurusan/Program Studi menunjuk pembimbing skripsi atas persetujuan Dekan/Pembantu Dekan I dan diteruskan ke bagian Umum dan Akademik
g.   Bagian Akademik membuat Surat Penunjukan dosen pembimbing I dan II dan disetujui oleh Dekan /Pembantu Dekan I, selanjutnya menyerahkan masing-masing kepada pembimbing dan mahasiswa.
h.   Mahasiswa menyerahkan proposal penelitian kepada dosen pembimbing yang telah ditunjuk dan selanjutnya mulai berkonsultasi.
i.    Dosen pembimbing memberikan saran dan masukan terkait dengan proposal mahasiswa.
 (Selanjutnya mengikuti prosedur seminar proposal, penetapan judul, dan izin riset)

3.   Prosedur Pengajuan Seminar Proposal, Pengesahan Judul, dan Izin Riset
a.   Mahasiswa mengajukan izin melaksanakan seminar proposal yang ditandatangani oleh pembimbing kepada Dekan melalui Bagian Umum dan diserahkan ke Bagian Akademik (Lihat Lampiran 3). Pengajuan dilengkapi dengan Kartu  Kehadiran Seminar Proposal (Lampiran 4).
b.   Bagian  Akademik mengecek kelengkapan pengajuan. Jika dianggap belum memenuhi syarat maka dikembalikan kepada mahasiswa. Jika memenuhi syarat dilanjutkan dengan membuat surat penetapan jadwal seminar proposal skripsi dan menyerahkan masing-masing kepada pembimbing, mahasiswa dan pelaksana/notulis.
c.   Pelaksana/notulen menyiapkan tempat seminar dan kelengkapannya bekerjasama dengan mahasiswa.
d.   Pelaksanaan seminar proposal. Dosen pembimbing sebagai moderator memandu jalannya seminar, mahasiswa mempresentasikan proposal, dan notulis bertugas mendistribusikan absen seminar proposal dan mencatat  hasil-hasil seminar ke dalam buku seminar proposal yang ditandatangani oleh pembimbing.
     (Catatan. Seminar proposal minimal dihadiri 10 orang mahasiswa)
e.   Notulis menyerahkan catatan perbaikan kepada mahasiswa.
f.    Mahasiswa memperbaiki proposal sesuai dengan rekomendasi seminar dan berkonsultasi kepada pembimbing.
g.   Jika belum dianggap sempurna, maka pembimbing menyarankan perbaikan ulang kepada mahasiswa.
h.   Jika perbaikan sudah mencover semua rekomendasi seminar, dosen memberikan Acc untuk melanjutkan penelitian/riset.
i.    Mahasiswa mengajukan pengesahan judul dan izin riset ke Dekan melalui bagian Umum dan diteruskan ke bagian Akademik (Lampiran 5).
j.    Bagian akademik membuat Surat Pengesahan Judul, Surat Perintah Penelitian/Riset, dan Permohonan Izin Mengadakan Penelitian/Riset, selanjutnya menyerahkan masing-masing kepada mahasiswa dan pembimbing, serta lembaga yang dituju.
k.   Mahasiswa yang bersangkutan melaksanakan penelitian di lokasi yang sudah ditetapkan.

4.   Persyaratan Administratif Seminar Proposal
a.   Terdaftar sebagai mahasiswa (melampirkan slip SPP semester berjalan)
b.   Surat Penunjukan Dosen Pembimbing
c.   Persetujuan/Acc Pembimbing.
d.   Daftar kehadiran Seminar Proposal (asli), minimal 10 kali pertemuan aktif.

5.   Persyaratan Administratif Pengesahan Judul dan Izin Riset
a.   Terdaftar sebagai mahasiswa (melampirkan slip SPP semester berjalan)
b.   Persetujuan/Acc Pembimbing untuk Melakukan Penelitian/Riset
c.   Daftar Hadir Seminar Proposal Skripsi.


B.  PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN
1.   Penentuan Masalah/Fokus Penelitian
                                                                                           Penyusunan proposal penelitian, yang perlu mendapatkan perhatian pertama adalah masalah penelitian atau fokus penelitian, baru kemudian menetapkan judul. Memilih masalah penelitian (research problem) atau tepat juga disebut fokus penelitian (researh focus) tidak bisa ditentukan begitu saja. Tidak bisa langsung ditentukan berdasarkan perkiraan, khayalan, perasaan, coba-coba, atau meniru judul lain yang sudah ada.  Untuk memilih dan menentukan fokus hendaknya bertolak dari bidang keahlian peneliti dan tentunya persoalan yang real terjadi di lapangan. Sebagaimana dikemukakan oleh Creswell (2008: 69) ”One of the most challenging aspects of conducting research is to clearly identify the ”problem” that leads to a need for your study”.  Bila penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu sudah 50% selesai.
                                                                                           Menurut Stonner (Sugiyono, 2007) masalah-masalah dapat diketahui atau dicari  apabila pertama terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, kedua antara apa yang telah direncanakan dengan  kenyataan, ketiga adanya pengaduan, dan keempat adanya kompetisi. Terkait dengan kemungkinan sebuah masalah itu diteliti, Creswell (2008) memberikan tips bahwa you can research a problem if you have acces to participants and research site as well as time, resources, and skills needed to study the issue. You should research a problem if the study of it potentially contributes to educational knowledge or adds to effectiveness practice.   Sebuah masalah dapat diteliti jika peneliti dapat akses ke masyarakat dan setting penelitian, termasuk kecukupan waktu, sumber-sumber daya, dan skil yang diperlukan untuk mengkajinya. Anda harus meneliti masalah jika kajiannya berpotensi memberi kontribusi bagi pendidikan dan membantu efektifitas pelaksanaan/praktek.
                                                                                           Masalah penelitian pada proposal skripsi mahasiswa karena  itu, paling tidak mensyaratkan hal-hal berikut:
ü Terkait dengan isu-isu pendidikan (educational issues), khususnya pada           bidang keahlian calon peneliti.
ü Urgen dan mendesak untuk dikaji.
ü Isu-isu yang uptodate, tidak usang dan replikasi.
ü Kontroversial dan menarik.
ü Fokus/spesifik.
ü Ada kontribusi bagi pengetahuan dan praktek pendidikan.
ü Subjek dan setting penelitian dapat diakses
ü Ada kecukupan waktu, dana, sumber daya, dan keahlian.
                                                                                           Sedangkan untuk menentukan apakah akan menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif, Creswell (2008) memberikan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
a.                                                                                                      a. Gunakan penelitian kuantitatif jika masalah penelitian mensyaratkan untuk; 1) pengukuran variabel, 2) menguji dampak variabel-varibel tersebut terhadap outcome,3) menguji teori dan penjelasan luas (broad explanation), 4) menerapkan hasilnya ke banyak orang.
b.                                                                                                      b. Gunakan penelitian kualitatif jika masalah penelitian mensyaratkan anda untuk: 1) mempelajari  pandangan-pandangan individu, 2) menguji sebuah proses, 3) menghasilkan teori berdasarkan perspektif partisipan, 4) memperoleh informasi yang detail mengenai pandangan sebagian orang atau setting penelitian

2.   Perumusan Judul
            Judul merupakan aspek penting disamping fokus penelitian. Bagi peneliti, perumusan judul memberikan pegangan dalam menentukan arah, variabel-variabel dan metode penelitian. Bagi pembaca, judul yang tepat akan menimbulkan daya tarik, dan memudahkan menangkap isinya.
            Judul dalam penelitian kuantitatif pada umumnya disusun berdasarkan masalah yang ditetapkan. Judul penelitiannya, dengan demikian, harus spesifik dan mencerminkan permasalahan dan variabel yang akan diteliti. Sedangkan judul dalam penelitian kualitatif tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fanomena dalam situasi sosial secara luas dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori. Judul penelitian kualitatif sebaiknya juga tidak dibuat terlalu muluk-muluk, dan tidak sejalan dengan kondisi ril di lapangan. Misalnya ketika peneliti menetapkan judul penelitian : ”Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Teaching Tipe STAD dalam pengajaran Bahasa Inggris di Pesantren XX”, maka sebaiknya dipastikan bahwa di lapangan guru memang sudah menerapkan metode tersebut dalam waktu yang cukup lama, jika tidak maka judul tersebut sebaiknya disederhanakan menjadi ”Metode Pembelajaran Bahasa Inggris di Pesantren (Studi Kasus di Pesantren XX)”.
Adapun judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) lebih khas, mencakup unsur ; kerja  peningkatan, objek yang ingin ditingkatkan, subjek matter,   alat yang digunakan, dan tempat. Contoh: ”Meningkatkan Hasil Belajar  Siswa pada Mata Pelajaran IPA Terpadu melalui Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Teaching tipe Jigsaw di Madrasah XX”

Contoh-contoh Judul
a.   Pengaruh Metode Pembelajaran Bermain Peran terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris di Madrasah XX (Kuantitatif)
b.   Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa SD di Kecamatan XX (Kauntitatif).
c.   Perbedaan Prestasi Belajar Siswa antara Murid dari Sekolah Negeri dan Swasta di Madrasah XX (Kuantitatif)
d.   Efektivitas Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Madrasah XX (Kuan-Evaluatif)
e.   Jenis dan Biologi Reproduksi Flora Invasif di Kawasan Hutan Kota XX (Kuan-Murni)
f.    Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2008 di SD XX (Kualitatif)
g.   Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris di Pesantren XX (Kualitatif)
h.   Pemikiran Pendidikan Muhammad Natsir (Kual-Pustaka)
i.    Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Melalui Penerapan Metode Ekspositori di Madrasah XX (Kual-PTK).

3.   Menyusun Proposal
            Proposal penelitian merupakan rancangan yang menggambarkan dan menjelaskan apa yang hendak diteliti dan bagaimana penelitian dilakukan, proposal penelitian merupakan pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian. Langkah-langkah teknis dalam penyusunan proposal penelitian pada Fakutlas Tarbiyah meliputi (Sukmadinata, 2007):
a.   Adakan identifikasi masalah, melalui proses pemetaan bidang dan sub bidang ilmu dan profesi yang menjadi bidang keahlian mahasiswa sebagai calon peneliti. Misalnya mahasiswa jurusan PAI yang ingin membahas bidang kurikulum dan pembelajaran, perlu melakukan pemetaan meliputi sub bidang kurikulum; SD, SMP, SMA,  pendidikan pinggi, pendidikan luar sekolah, dan pendidikan kedinasan. Dalam masing-masing kurikulum masih terbagi lagi menurut bidang studi atau mata pelajaran, ada kurikulum IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Pendidikan Agama, dst. Demikian juga kurikulum Bahasa misalnya masih terbagi dalam Bahasa Inggris, Jepang, dst.
b.   Minimal pada satu bidang atau sub bidang dari jurusan /Program Studi Anda identifikasi masalah –masalah yang dihadapi saat ini. Identifikasi masalah sebaiknya didukung  oleh sumber yang dapat dipercaya, seperti data, hasil penelitian terdahulu, dan informasi lain. Misalnya masalah kurikulum atau pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah menengah pertama harus didukung dengan hasil-hasil penelitian terdahulu, serta fakta dan data kondisi ril terkait problem pengajaran agama Islam di sekolah ’umum’.
c.   Pilih salah satu masalah sebagai fokus penelitian. Fokus masalah yang dipilih hendaknya cukup penting dan mendasar (esensial, hangat dan mendesak (urgen), dan hasilnya bermakna bagi pemecahan masalah atau perbaikan praktik pendidikan. Misalnya masalah yang menjadi fokus adalah kurikulum /pembelajaran agama Islam di sekolah umum, khususnya materi akhlaq. Masalah ini dianggap cukup urgen dan bermakna dalam konteks kekinian.
d.   Rumuskan variabel-variabel atau aspek-aspek yang melatarbelakangi atau menjadi penyebab fokus masalah tersebut, dan variabel atau aspek-aspek yang diakibatkannya. Misalnya, masalah kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah umum disebabkan oleh variabel kualifikasi guru, metode, strategi, media, sumber belajar, fasilitas, lingkungan, dsb. Sedangkan variabel atau aspek akibatnya adalah mutu pembelajaran, hasil belajar, perilaku siswa,dst.
e.   Dari variabel atau aspek-aspek yang melatarbelakangi dan diakibatkan fokus masalah tersebut pilih atau batasi yang anda teliti. Misalnya Anda membatasi fokus pada variabel metode pembelajarannya dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa.
f.    Hubungan antara variabel-variabel tersebut juga dapat disusun dalam sebuah peta, peta variabel yang diteliti. Hubungan antara variabel atau aspek-aspek yang dipilih dapat dirumuskan dalam sebuah judul, sebagai judul penelitian Anda. Misalnya: ”Pengaruh Penggunaan Metode Role Play terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Akhlak di Sekolah XX (Kuantitatif)”,   atau ” Problem Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah XX ” (Kualitatif), atau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pendidikan Agama Islam Materi Akhlaq dengan Metode Role Play di Madrasah XX” (PTK).
g.   Buat rumusan masalah tersebut dalam bentuk pernyataan masalah (problem statement) dan pertanyaan penelitian (research question)
h.   Setiap variabel atau aspek yang terkandung dalam judul penelitian diberi rumusan secara operasional (untuk penelitian kuantitatif). Dalam pedoman penyusunan skripsi ini, defenisi operasional ditempatkan pada bagian metodologi
i.    Setelah jelas makna dari tiap variabel atau masalah dalam judul, rumuskan tujuan dan kegunaan penelitian.
j.    Selanjutnya, buat tinjauan pustaka terkait dengan variabel atau aspek yang diteliti. Bila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dan akan dilakukan analisis statistik inferensial, maka perlu dirumuskan hipotesis penelitian.
k.   Rumuskan metode penelitian yang akan digunakan disertai penjelasan penggunaan serta alasan pemilihannya, populasi dan teknik pengambilan sampel/setting dan subjek penelitian, instrumen penelitian/teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data dan keabsahan data dan jadwal penelitian
l.    Rumuskan daftar isi sementara
m. Merumuskan intrumen penelitian (tes, angket/kuisoner, daftar ceklis, pedoman wawancara, pengamatan, dan dokumentasi)
      
4.   Garis Besar Isi Proposal Penelitian
            Berikut dikemukakan garis besar isi proposal penelitian pada tiga jenis penelitian yang lazim digunakan di Fakultas Tarbiyah;
a.                                                                                                                      a. Proposal Penelitian Kuantitatif
I.       PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Memuat masalah yang ditemukan di lapangan, berupa kesenjangan antara kenyataan dan harapan, teori dan praktek, didukung data dan indikator. Juga memuat alasan mengapa penelitian tersebut urgen untuk dikaji.
B.     Identifikasi Masalah
Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan, kemudian petakan bidang apa yang akan diteliti. Tunjukkan hubungan satu masalah dengan masalah lain.
C.     Pembatasan Masalah
Memuat batasan terkait variabel yang akan diteliti.
D.     Rumusan Masalah
Memuat rumusan masalah yang dapat disajikan dalam bentuk pernyataan masalah dan sejumlah pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam penelitian. Dapat berbentuk rumusan masalah deksriptif, komparatif, dan asosiatif.
E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Memuat tujuan dan kegunaan penelitian yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut. Rumusan tujuan disesuaikan dengan rumusan masalah. Sedangkan kegunaan penelitian memuat kegunaan teoritis guna penngembangan ilmu pengetahuan/teori maupun kegunaan praktis bagi pihak-pihak terkait.

II.      LANDASAN TEORI, KERANGKA FIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A.     Deskripsi Teori
   Memuat teori-teori relevan yang akan digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan maslalah yang diajukan dan penyusunan instrumen penelitian.
B.     Studi Relevan
     Memuat hasil-hasil penelitian yang akan dijadikan studi relevan sesuai dengan fokus yang dikaji.
C.     Kerangka Fikir
     Memuat penjelasan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan   diteliti. Pertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan dalam        bentuk paradigma penelitian.
D.     Hipotesis Penelitian
     Memuat pernyataan sementara/hipotesis penelitian yang akan dibuktikan          kebenarannya. Hipotesis penelitian bertitik tolak dari  rumusan             masalah          dan      kerangka fikir.

III.    METODE PENELITIAN
A.     Tempat dan Waktu Penelitian
       Bagian ini menjelaskan mengenai  tempat dimana kegiatan penelitian    akan dilakukan dan alasan pemilihannya. Juga keterangan mengenai       perkiraan waktu          kegiatan penelitian akan dilakukan.
B.     Metode dan Desain Penelitian
Menjelaskan metode dan desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Berbagai macam metode penelitian yang dapat digunakan seperti eskperimen (murni, kuasi, lemah, dan tunggal), dan non eksperimen (deskriptif, komparatif, korelasional, survai, ekspos fakto, dan tindakan).
C.     Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
       Menentukan jumlah partisipan yang akan dijadikan sebagai populasi      dalam penelitian, demikian  juga jumlah partisipan yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian berikut teknik penentuannya.
D.     Instrumen Penelitian
       Bagian ini memuat defenisi operasional dan konseptual dari masing-      masing bagian yang akan dijadikan sebagai variabel penelitian,    kisi-kisi instrumen penelitian, dan  sebagai alat uji validitas dan reliabilitas           yang akan dijadikan sebagai tekni kalibrasi instrumen, termasuk teknik      yang akan digunakan untuk menguji daya beda dan tingkat kesukaran.
E.     Teknik Analisis Data
       Bagian ini memuat teknik analisis  yang akan digunakan untuk menganalis        data penelitian. Termasuk teknik uji hegemonitas dan normalitas sebagai prasyaratan analisis (jika diperlukan).
F.     Hipotesis Statistik
       Bagian ini berisi formula hipotesis statistik yang akan dijadikan sebagai acuan untuk menguji hipotesis nol.
G.    Jadwal Penelitian
       Berisi perkiraan jadwal yang akan dijadikan sebagai time scheedule       penelitian, mencakup nama kegiatan, dan ceklis (nama) bulan.

DAFTAR ISI SEMENTARA
DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA
LAMPIRAN-LAMPIRAN ( Intrumen penelitian; tes, angket, pedoman wawancara, pengamatan, dokumentasi, dll)

b.  Proposal Penelitian Kualitatif
I.                                                                                                                       
II.                                                                                                                        I. PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Berisi masalah yang ditemukan di lapangan berupa kesenjangan antara kenyataan dan harapan (das sein dan das sollen),  teori dan praktik, diangkat dari studi pendahuluan yang didukung dengan fakta, data, dan indikator. Dirumuskan secara kronologis dan urgensi masalah tersebut dalam konteks yang lebih luas.
B.     Fokus Penelitian
Memuat fokus penelitian yang secara spesifik menjadi concern peneliti, misalnya dalam penelitian tentang manajemen mutu layanan pendidikan di sekolah XX, maka peneliti hanya akan memfokuskan penelitian pada aspek layanan pembelajaran di kelas.
C.     Rumusan Masalah
Memuat rumusan masalah yang terdiri dari pernyataan masalah dan pertanyaan penelitian. Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana, dan apa.
D.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Memuat tujuan diadakannya penelitian yang rumusannya disesuaikan dengan rumusan masalah. Sedangkan tujuan penelitian memuat kegunaan penelitian baik untuk pengembangan ilmu/kegunaan teoritis maupun kegunaan praktis.

II.      TINJAUAN PUSTAKA
            Memuat kajian teoritis berkaitan dengan fokus penelitian. Terdapat tiga kriteria yang digunakan sebagai landasan, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian. Jika fokus penelitiannya terkait dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah, maka teorinya adalah teori kepemimpinan, bukan toeri sikap atau motivasi. Referensi daftar pustaka yang digunakan sebaiknya terbitan lima tahun terakhir dan dirujuk dari sumber yang asli serta diutamakan sumber-sumber yang berasal dari jurnal-jurnal hasil penelitian. Pada bagian ini juga dikemukakan hasil penelitian terdahulu terkait dengan fokus penelitian dan uraian tentang sisi beda penelitian kita.

              III. METODE PENELITIAN
A.  Metode dan Desain Penelitian
     Memuat metode dan desain penelitian yang akan digunakan dan alasan menggunakannya. Pendekatan kualitatif meliputi; a) metode interaktif (desain etnografis, desain historis, desain fenomenologi, desain studi kasus, desain teori dasar (grounded theory), dan studi kritis), b) metode non interaktif (analisis konsep, analisis kebijakan, dan analisis historis).
B.  Setting dan Subjek Penelitian
     Memuat setting/situasi sosial dimana penelitian akan dilaksanakan dan alasan memilihnya serta subjek penelitian dan teknik penentuannya. Dalam penelitian kualitatif pada umumnya digunakan teknik purposive sampling atau snowballing sampling.
C.  Jenis dan Sumber Data
     Memuat jenis dan sumber data penelitian
D.  Teknik Pengumpulan Data
     Memuat teknik pengumpulan data yang akan digunakan, meliputi pengamatan (observasi),  wawancara (interview),  dan studi dokumentasi. Perlu dikemukakan jenis observasi, wawancara, studi dokumen yang akan digunakan, apa yang akan diobservasi, siapa yang akan diwawancarai, dan dokumen apa yang akan dicari.
E.  Teknik Analisis Data
     Memuat teknik analisis data yang akan digunakan. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif dapat menggunakan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Atau flow model analysis,  yang terdiri dari data reduction, data display dan verification.
F.  Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
     Memuat rencana pemeriksaan keabsahan data yang akan dilakukakan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif mencakup uji kredibilitas data (validitas internal), uji dependabilitas (reliabilitas) data,  uji transferabilitas (validitas eksternal), dan uji konfirmabilitas (objektivitas). Pada proposal mahasiswa hanya disarankan menggunakan uji kredibilitas data yang dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan/pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, diskusi sejawat, member check, dan analisis kasus negatif.
G. Jadwal Penelitian

DAFTAR ISI SEMENTARA
DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA
LAMPIRAN-LAMPIRAN ( Intrumen pengumpulan data; pedoman wawancara, pengamatan dan dokumentasi. 

Catatan: Proposal penelitian kualitatif bersifat tentatif dan dapat berkembang ketika peneliti di lapangan

c.   Proposal Penelitian Tindakan Kelas
I. PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
     Menguraikan kondisi objektif di lapangan berkaitan dengan suatu tindakan yang dilakukan oleh praktisi (guru) yang menggambarkan adanya kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan,   didukung oleh fakta, indikator, dan data. Serta diakhiri dengan uraian pentingnya kajian tersebut. 
B.  Identifikasi Masalah
     Berisi penjelasan tentang  sejumlah masalah yang ditemukan dilapangan   yang diperoleh dari studi pendahuluan.
C.  Batasan Masalah
     Memuat aspek/variabel  yang akan dijadikan fokus /batasan penelitian.
D.  Rumusan Masalah
     Memuat rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian. Pada        penelitian tindakan kelas umumnya dinyatakan dalam bentuk kalimat      pertanyaan, seperti: Apakah Penerapan Metode Jigsaw dapat Meningkatkan      Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu di MTs Labor         Jambi?.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
     Menyatakan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penelitian         tersebut. Contoh: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui       penerapan model Jigsaw dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam        Mata Pelajaran IPA Terpadu di MTs Labor Jambi. Manfaat penelitian;         menguraikan manfaat penelitian baik bagi peneliti sendiri, guru, siswa,           sekolah, dan pengambil kebijakan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Menguraikan kajian teoritis terkait dengan variabel atau aspek yang akan diteliti, termasuk hasil-hasil penelitian terdahulu terkait dengan fokus penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN

A.  Desain Penelitian
     Bagian ini memuat desain penelitian, mencakup jenis penelitian tindakan    yang akan diterapkan, termasuk peran yang akan dimainkan baik oleh     peneliti dan guru sekolah dalam penelitian tersebut.
B.  Setting dan Subjek Penelitian
     Bagian ini memuat keterangan tentang setting /lokasi dimana penelitian akan         dilakukan. Juga memuat partisipan yang akan dijadikan subjek penelitian             dan pertimbangan memilih subjek  tersebut.
C.  Prosedur Umum Penelitian
     Memuat prosedur umum yang akan dijadikan sebagai metode dalam         penelitian, mencakup studi pendahuluan (preliminary study),  rencana         tindakan yang akan diterapkan (termasuk rencana strategi, rencana    pembelajaran, dan indikator keberhasilan), rencana implementasi tindakan            (termasuk jadwal), rencana pengamatan, dan refleksi.
D.  Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
     Bagian ini memuat teknik yang akan digunakan dalam pengumpulan data,             seperti ceklis pengamatan, tes, catatan lapangan, pengamatan, dll.
E.  Teknik Analisis Data
     Bagian ini memuat teknik analisis data yang akan digunakan. Pada            penelitian PTK teknik analisis dapat menggunakan flow model analysis           untuk data kualitatif dan persentasi untuk data kuantitatif
F.  Jadwal Penelitian

DAFTAR ISI SEMENTARA
DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA
LAMPIRAN-LAMPIRAN ( Daftar ceklis pengamatan, tes/angket, rencana pembelajaran, dll)

Catatan: format proposal untuk jenis penelitian lain mengacu pada dua format metode penelitian di atas (kualitatif  atau kuantitatif)









BAB IV

SISTEMATIKA DAN TATA CARA PENULISAN SKRIPSI


A.     Bagian Awal
     Bagian awal /prelimineris terdiri dari:
1.      Halaman Sampul
2.      Halaman Judul
3.      Nota Dinas
4.      Halaman Pengesahan
5.      Halaman Pernyataan Orisinalitas
6.      Persembahan
7.      Motto (opsi)
8.      Kata Pengantar
9.      Abstrak (dalam bahasa Indonesia dan Inggris)
10.   Daftar Isi
11.   Daftar Tabel (jika diperlukan)
12.   Daftar Gambar (jika diperlukan)
13.   Daftar Rumus (jika diperlukan)
14.   Daftar Lampiran (jika diperlukan)

1.      Halaman Sampul
Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari suatu karya ilmiah, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat, jelas dan tidak bermakna ganda (ambigu) kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, jenis karya ilmiah (skripsi/tesis/disertasi), identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. (Lampiran 9)

2.      Halaman Judul
Halaman ini berisi sama dengan halaman sampul luar, tetapi diketik diatas kertas putih, dengan ukuran kertas 80 gram dan ditambahkan dengan kalimat: “diajukan sebgai salah satu syarat….”(Lampiran 10)
3.      Nota Dinas.
Merupakan surat resmi dari tim Pembimbing skripsi kepada Dekan yang berisi permintaan agar skripsi mahasiswa yang bersangkutan dimunaqasyahkan. (Lampiran 11)
4.      Halaman Pengesahan
Berisi pernyataan bahwa skripsi mahasiswa yang bersangkutan telah dimunaqasyahkan pada hari, tanggal, dan tempat pelaksanaanya. Halaman pengesahan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan dewan penguji. (Lampiran 12).

5.      Halaman Pernyataan Orisinalitas
Halaman ini berisi pernyataan tertulis dari penulis bahwa tugas akhir yang disusun adalah hasil karyanya sendiri dan ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah.  (Lampiran 13).

6.      Persembahan
Bagian ini memuat kepada siapa skripsi tersebut didedikasikan, khususnya kepada orang tua dan keluarga terdekat. (Lampiran 14).


7.      Kata Pengantar
Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman. Ucapan Terima Kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas akhir. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau penghargaan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuandalam menyelesaikan tugas akhir. (Lampiran 15).

8.      Abstrak/Abstract
Abstrak merupakan ikhtisar suatu tugas akhir yang memuat permasalahan, tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Abstrak dibuat untuk memudahkan pembaca mengerti secara cepat isi tugas akhir untuk memutuskan apakah perlu membaca lebih lanjut atau tidak. (Lampiran 16).

9.      Daftar Isi
Merupakan kerangka utuh skripsi tempat penempatan pokok-pokok pembicaraan/pembahasan dalam skrispi. Contoh dapat dilihat pada lampiran (Lampiran 17).

10.   Daftar Tabel
Merupakan daftar yang memberikan gambaran informasi tentang subjek table dan posisi table tersebut digunakan. (Lampiran 18).

11.   Daftar Gambar
Merupakan daftar gambar yang memberikan gambaran informasi tentang subjek gambar dan posisi gambar tersebut digunakan. (Lampiran 19).

12.   Daftar Lampiran
Merupakan daftar lampiran yang memberikan gambaran informasi tentang subjek lampiran dan posisi lampiran tersebut. (Lampiran 20).


B.  Bagian Isi
Pada bagian isi ini terdiri dari Bab dan Sub Bab atau Sub-sub Bab yaitu :
1.   Penelitian Nomothetic (Kuantitatif):
Bab I. Pendahuluan
Bagian ini berisi uraian mengenai :
a.      Latar Belakang Masalah.
            Memuat alasan faktual mengapa memilih Y sebagai bahan kajian dalam penelitian dan kaitannya dengan X, kondisi objektif di lapangan didukung oleh data dan indicator-indikator yang diperoleh melalui pengamatan awal.

b.     Identifikasi Masalah
            Memuat masalah-masalah/faktor-faktor yang menyebabkan Y. Perlu banyak agar layak untuk dibatasi.
Contoh: penelitian dengan judul; ‘Pengaruh Metode Pembelajaran Bermain Peran terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris’.
Identifikasi masalah: “Kesulitan mahasiswa berbicara bahasa Inggris disebabkan oleh banyak faktor diantaranya; bakat, motivasi, sikap terhadap bahasa, pengajaran yang masih terpusat pada guru, sarana yang kurang mendukung, penggunaan metode dan teknik yang kurang efektif…dst

c.      Pembatasan Masalah
            Karena banyak permasalahan tentang Y, penelitian ini membatasi ada tidaknya pengaruh X terhadap Y saja.
Contoh: “Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penelitian ini dibatasi pada variabel bebas (X), metode pembelajaran bermain peran yang diasumsikan memiliki pengaruh terhadap variabel terikat (Y) keterampilan berbicara bahasa Inggris”.

d.     Rumusan Masalah
            Berisi rumusan masalah yang dinyatakan dalam bentuk problem statement.
Contoh “Apakah terdapat pengaruh metode pembelajaran bermain peran terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris?”.

e.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
            Berisi tujuan penelitian yang umumnya sejalan dengan rumusan masalah.  Contoh “untuk mengungkap ada tidaknya pengaruh metode bermain peran terhadap keterampilan berbahasa Inggris”.  Dan kegunaan penelitian yang memuat manfaat penelitian baik untuk pengembangan ilmu maupun untuk tujuan praktis bagi pihak terkait.


BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA FIKIR, DAN HIPOTESIS
a.   Deskripsi Teoretik
            Berisi tinjauan teoretis tentang variabel-variabel penelitian;
1.      Hakikat Y (teori  tetang Y, minimal 5 sumber); sintesis
2.      Hakikat X (teori tetang X, minimal 5 sumber); sintesis
 (catatan: untuk sumber yang sulit didapatkan, terbatas, dan langka, peneliti dapat menggunakan kurang dari 5 sumber).

b.  Penelitian yang Relevan
            Bagian ini menjelaskan mengenai kegiatan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang memiliki relevansi dengan topik yang akan diteliti.

c.   Kerangka berfikir
            Menjelaskan secara teoritis pertautan antara variabel yang akan diteliti, hubungan antara variabel dependen dan independen. Bergantung pada jenis penelitian, jika desainnya ekperimen pengaruh A1 dan A2 terhadap Y, maka;
1.      Bahas bagaimana Y jika mendapat perlakuan A1
2.      Bahas bagaimana Y jika mendapat perlakuan A2
    Jika penelitian survey hubungan antara X dan Y, maka
1.      Bahas Y kaitannya dengan X
2.      Bahasa X kaitannya dengan Y
3.      Kesimpulan; diduga ada terdapat hubungan positif/negatif antara X dengan Y.
            Jika penelitian survey kausal pengaruh X dengan Y
1.      Bahas Y kaitannya dengan X
2.      Bahas X kaitannya dengan Y
3.      kesimpulan diduga terdapat pengaruh X terhadap Y

d.     Hipotesis Penelitian
    Bagian ini berisikan rumusan hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis biasanya disusun atau dirumuskan dalam kalimat pernyataan yang menunjukkan keterkaitan antar variable.
Contoh: ”keterampilan berbicara bahasa Inggris mahasiswa yang belajar dengan metode bermain peran lebih baik dibandingkan dengan yang belajar dengan metode eskpositori” .

BAB III  METODE PENELITIAN
a.   Tempat dan Waktu Penelitian
            Bagian ini memuat keterangan mengenai tempat dimana kegiatan penelitian dilakukan dan alasan pemilihannya. Juga keterangan mengenai waktu kegiatan penelitian dilakukan.

b.  Metode dan Desain Penelitian
            Metode penelitian berisi jenis penelitian yang digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian. Berbagai macam metode penelitian, seperti eskperimen (murni, kuasi, lemah, dan tunggal), dan non eksperimen (deskriftif, komparatif, korelasional, survai, ekspos fakto, dan tindakan).
            Disain atau rancangan penelitian berisi pola umum penelitian yang akan digunakan peneliti. Disain penelitian akan mengikuti pola dari metode penelitian yang dipilih peneliti. Sebagai contoh jika peneliti menggunakan metode penelitian eksperimen maka ia akan memilih salah satu disain penelitian eksperimen berikut: one shot case study, one group pre-test pos-tes design, the statis group camparison, randomized control group design, randomized pre and pos-test control group design, Solomon four group, treatment by level design, dan factorial design.

c.   Populasi dan Teknik Pengambilan Sample
1.   Populasi
            Pada bagian ini dikemukakan jumlah populasi penelitian, dapat meliputi populasi tak terjangkau (target) dan populasi tak terjangkau (sasaran).
Contoh: populasi terjangkau adalah seluruh mahasiswa Prodi Bahasa Inggris fak Tarbiyah IAIN STS Jambi. Populasi terjangkau/sasaran adalah mahasiswa semester I tahun akademik 2011/2012”
2.   Teknik Pengambilan Sampel
            Bagian ini berisi keterangan mengenai jumlah sampel penelitian dan teknik penarikan sampel yang digunakan. Peneliti dapat menggunakan misalnya teknik multi stage cluster random sampling.
Contoh berdasakan populasi di atas. “pertama menentukan Fak. Tarbiyah IAIN STS Jambi sebagai tempat penelitian, kedua secara purposive sampling menetapkan mahasiswa semester I  yang terdapat pada Prodi Bahasa Inggris (3 kelas) sebagai kelas penelitian. Ketiga, memilih salah satu kelas sebagai kelas metode bermain peran yang berasal dari kelas I B dan metode ekspositori yang berasal dari kelas I A”.

d.  Variabel –variabel dan Perlakuan Penelitian
            Bagian ini  memberikan keterangan mengenai bagian mana yang merupakan variable terikat dan mana yang merupakan variable bebas. Bagian ini juga memuat tahapan-tahapan dalam proses perlakuan (jika menggunakan desain eksperimen).

e.   Instrumen Penelitian
            Bagian ini berisi penjelasan masing – masing variabel (Y dan X), meliputi:
1.   Defenisi konseptual; sintesis BAB II
2.   Defenisi operasional; skor, meliputi apa, diambil melalui instrument apa, dan dengan skala apa?
Contoh “keterampilan berbicara adalah skor yang diperoleh mahasiswa setelah menempuh tes keterampilan berbentuk tes lisan, selanjutnya keterampilan berbicara dapat diukur indikatornya berdasarkan (a) pronunciation, (b) grammar, (c) vocabulary, (d) fluency), (e) comprehension.
3.   Kisi – kisi instrument Final; berisi aspek/komponen yang diukur, dan objek/substansi yang diukur, dimensi (jika ada), indikator,  nomor butir instrument, bobot jumlahbutir setiap aspek/indicator dan jumlah total.
contoh kisi-kisi instrument untuk keterampilan berbicara;

VARIABEL
KOMPONEN YANG DINILAI
SUBKOMPONEN YANG DINILAI
BOBOT
Keterampilan berbicara
Pronunciation
§ Has few trace of foreign accent
§ Always intelligible
§ Xxxx
§ Xxx
§ xxx

5

4
3
2
1

Dst
Dst
Dst

Catatan: bentuk kisi-kisi instrument bersifat fleksibel.

4.   Kalibrasi Instrumen
a)  Uji validitas; prosedur uji, alat uji, kriteria uji
b)  Uji reliabilitas: alat/rumus uji, kriteria
c)  Jika tes, perlu dilakukan uji daya beda dan tingkat    kesukaran, dan fungsi pengecoh untuk pilihan ganda.
    
     Catatan: uraian pada bagian ini bukan hanya metode tapi juga hasil kalibrasi, sedangkan rumus/formula dan hasil lengkap dirujuk pada lampiran.

f.    Teknik  Analisis Data
            Analisis data yang digunakan bergantung pada jenis data yang dianalisis.  Pada pedoman ini disarankan analisis data terdiri atas deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif berupa penyajian data dengan daftar distribusi frekuensi dan histogram, perhitungan mean, median, modus, simpangan baku, dan rentang teoretik. Sebelum menggunakan dengan teknik analisis tersebut terlebih dahulu dilakukan pengujian normalitas dan homogenitas. Untuk pedoman pemilihan teknik analisis data dapat merujuk pada Sugiyono (2007:173)

g.     Hipotesis Statistik
            Hipotesis statistik ada bila penelitian bekerja dengan sampel, jika penelitian tidak menggunakan sampel maka tidak ada hipotesis statistik. Dalam hipotesis statistik yang diuji adalah hipotesis nol, hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan antara data sampel dan data populasi.

Contoh hipotesis statistik komparatif, antara metode A1 (metode bermain peran) dengan metode A2 (ekspositori).
H0 : µA1  =  µA2 (tidak terdapat)               µ = Rata-rata (populasi)      
H1 : µA1  >  µA2   (terdapat)
Keterangan :
µA1 = Skor rata-rata kelompok yang belajar dengan  metode  bermain peran.
µA2 = Skor rata-rata kelompok yang belajar dengan metode ekspositori.

Contoh hipotesis masalah asosiatif.
H0 : ρ1 = 0,      0 berarti tidak ada hubungan
H1 : ρ1 ≠ 0,      ”tidak sama dengan nol” berarti lebih besar atau kurang (-) dari nol berarti ada hubungan.
ρ     = nilai korelasi dalam formula yang dhipotesiskan.
(lihat Sugiyono, 2007: 76-77)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
a.   Deskripsi Data
          Berisi deskripsi data terkait dengan variable yang diteliti, termasuk misalnya skor, distribusi frekuensi, dan diagram.
b.   Uji Hipotesis
          Bagian ini memuat pengujian hipotesis penelitian setelah sebelumnya dikemukakan pengujian prasyarat  analisis.
c.    Pembahasan Hasil Penelitian.
          Bagian berisi pembahasan terhadap temuan penelitian, seperti penjelasan makna perbedaan besarnya standar deviasi dan makna temuan secara umum. Pada bagian ini, penulis dapat membahasanya dengan teori atau hasil penelitian terkait.

BAB V PENUTUP
a.      Kesimpulan ; dikemukakan dalam bentuk narasi perasan dan pemaknaan dari hasil penelitian, bagian ini sebaiknya tidak memunculkan lagi skor /angka-angka.
b.      Rekomendasi; memuat saran dari peneliti yang didasarkan pada hasil hasil penelitian dan kesimpulan dan ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait.


2.      Penelitian Idiografik (Kualitatif)

BAB I  PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang Masalah
            Berisi masalah yang ditemukan di lapangan berupa kesenjangan antara kenyataan dan harapan (das sein dan das sollen),  teori dan praktik, diangkat dari studi pendahuluan yang didukung dengan fakta, data, dan indikator. Dirumuskan secara kronologis dan urgensi masalah tersebut dalam konteks yang lebih luas.

b.  Fokus Permasalahan
            Menentukan fokus permasalahan yang menjadi konsen peneliti.

c.   Rumusan Masalah
            Berisi pernyataan masalah (problem statement) dan pertanyaan penelitian (research question). Atau pertanyaan grandtour dan pertanyaan subquestion. Awali pertanyaan dengan kata apa (what) dan bagaimana (how), hindari penggunaan kata arah, seperti pengaruh, dampak, batasan, sebab, dan hubungan (Creswell, 1994:71-72).

d.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
            Tujuan; menyatakan pernyataan spesifik mengenai tujuan umum penelitian. Gunakan kata-kata seperti; untuk menjelaskan, memahami, mengembangkan, dan menemukan/mengungkap. Kegunaan; memuat alasan rasional mengenai pentingnya penelitian. Peneliti juga dapat menjelaskan pentingnya penelitian bagi peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan.

BAB II   TINJAUAN PUSTAKA
a.   Kajian Teoretik
            Menggambarkan grandtheory ke fenomena empirik. Disajikan secara secara utuh/holistik, tidak terpenggal-penggal.

b.  Studi Relevan
                        Menguraikan hasil-hasil penelitian terdahulu terkait dengan fokus/tema yang diteliti.

BAB III. METODE PENELITIAN
a.   Pendekatan dan Metode Penelitian
            Bagian ini berisi penjelasan tentang pendekatan dan jenis metode yang digunakan. Pendekatan kualitatif meliputi; a) metode interaktif (etnografis historis, fenomenologi, studi kasu, teori dasar, dan studi kritis), b) metode non interaktif (analisis konsep, analisis kebijakan, dan analisis historis).

b.  Setting dan Subjek Penelitian
            Bagian ini memuat penjelasan tentang setting/lokasi penelitian dan alasan pemilihannya. Juga penjelasan tentang subjek penelitian didahului dengan penetapan key informan dan informan tambahan, serta teknik penetapan informan yang digunakan. Pada penelitian kualitatif ada dua teknik yang lazim digunakan yaitu purposive sampling dan snowballing sampling.

c.   Jenis dan Sumber Data
            Memuat jenis data dan sumber dari masing jenis data tersebut.      

d.  Teknik Pengumpulan Data
            Berisi teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data. Pada penelitian kualitatif teknik yang dapat digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan berbagai macam jenisnya.

e.   Teknik Analisis Data
            Berisi teknik yang digunakan dalam menganalisis data. Peneliti dapat menggunakan teknik flow model analysis (dari Miles dan Huberman) dan Analisis Etnografis, meliputi; analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema (dari Spradley). Peneliti juga dapat menggunakan teknik lainnya yang sesuai.

f.    Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
            Memuat penjelasan tentang teknik pemeriksaan keabsahan data (data truthworthyness) yang digunakan. Pada penelitian kualitatif keabsahan (validitas dan reliabilitas) mencakup credibily dan transferability, dependability dan auditability (reliability), dan confirmability, accountability.  Pada level strata satu (S1) mahasiswa dapat menggunakan salah satunya saja yaitu credibily, mencakup; perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (teori, sumber, metode), pemeriksaan sejawat, dan analisis kasus negatif.



BAB IV       TEMUAN DAN PEMBAHASAN
a.   Temuan Umum
          Bagian ini berisi gambaran umum lokasi/setting penelitian, memuat karakteristik lokasi penelitian yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.


b.  Temuan Khusus dan Pembahasan.
          Bagian ini menyajikan temuan khusus penelitian yang diselaraskan dengan rumusan masalah, diuraikan secara naratif, apa adannya, dan memperlihatkan adanya proses triangulasi. Penyajian temuan diiringi dengan pemaknaan dan pembahasan (diskusi) merujuk pada teori dan atau pendapat ahli (expert opinion).

BAB V       PENUTUP
a.   Kesimpulan; berisi perasan  hasil penelitian.
b.   Rekomendasi; berisi saran-saran peneliti merujuk pada hasil penelitian yang ditujukan pada pihak-pihak terkait.


3.   Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)
            Secara paradigma laporan penelitian tindakan kelas menganut kerangka fikir kualitatif,  urutan penyajian laporan penelitian PTK adalah;

BAB I PENDAHULUAN
a.   Latar Belakang
                                                                                    Menguraikan kondisi objektif di lapangan berkaitan dengan suatu tindakan  yang dilakukan oleh praktisi (guru) yang menggambarkan adanya kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan,   didukung oleh fakta, indikator, dan data.  
b.   Identifikasi Masalah
            Berisi identifikasi terhadap sejumlah masalah yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan suatu praktik. Masalah diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi terhadap data pengamatan awal.
c.   Batasan Masalah
                                                                                    Berdasarkan identifikasi masalah, pada bagian ini dikemukakan batasan/fokus penelitian yang dianggap paling urgen untuk dipecahkan.
d.   Rumusan Masalah
            Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas umumnya dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan, seperti: Apakah Penerapan Metode Jigsaw dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu di MTs Labor Jambi?.
e.   Tujuan dan Manfaat Penelitian
            Menyatakan tujuan penelitian. Contoh: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan model Jigsaw dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu di MTs Labor Jambi. Manfaat penelitian; menguraikan manfaat penelitian baik bagi peneliti sendiri, guru, siswa, sekolah, dan pengambil kebijakan.



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
a.   Desain Penelitian
                                                                                    Bagian ini memuat desain penelitian yang menjelaskan tentang jenis penelitian tindakan yang diterapkan, peran peneliti dan peran guru sekolah dalam penelitian tersebut.

b.  Setting dan Subjek Penelitian
                                                                                    Bagian ini memuat keterangan tentang setting /lokasi dimana penelitan dilakukan. Bagian ini juga memuat subjek penelitian dan pertimbangan memilih subjek.

c.   Prosedur Umum Penelitian
            Memuat prosedur umum penelitian, yang terdiri dari:
1.   Studi pendahuluan
2.   Perencanaan tindakan (desain strategi pengajaran, rencana pembelajaran, dan indikator keberhasilan)
3.   Implementasi tindakan (termasuk jadwal tindakan yang dilakukan)
4.   Pengamatan
5.   Refleksi.

d.  Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
                                                                                    Bagian ini memuat teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, seperti ceklis pengamatan, tes, catatan lapangan, pengamatan, dll.

e.   Teknik Analisis Data
            Bagian ini memuat teknik analisis data yang digunakan. Pada penelitian PTK teknik analisis dapat menggunakan flow model analysis untuk data kualitatif dan persentasi untuk data kuantitatif.


C.     Bagian Akhir
            Bagian akhir penelitian mencakup ;
1.      Daftar Pustaka
            Memuat  pustaka yang dirujuk dalam skripsi dan disusun secara alpabetik. Penulisan daftar pustaka dapat dilihat pada aturan tentang teknik notasi.
2.      Lampiran-lampiran
       Memuat informasi yang merupakan bagian dan/ data pendukung skrispi.
·      Penelitian kuantitatif, lampiran mencakup; instrument  (angket, test, dll), data hasil test/angket, perhitungan statistik, gambar perlakuan, gambar objek, dll.
·      Penelitian kualitatif mencakup instrumen pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi), catatan lapangan (field note), seperti; contoh hasil wawancara, pengamatan, gambar, dan dokumen lapangan lainnya.
·      Penelitian Tindakan Kelas, lampiran mencakup misalnya RPP ( per pertemuan dan per siklus), materi, media, item tes (per pertemuan), implementasi tindakan, ceklis pengamatan (per pertemuan dan per siklus), catatan lapangan (per pertemuan dan per siklus), tes/quiz akhir, contoh lembar jawaban siswa, skor / hasil tes, gambar/video tindakan
3.      Daftar Riwayat Hidup (Lampiran 21).
BAB V
FORMAT PENULISAN DAN TAMPILAN SKRIPSI


A.   Kertas
Kertas yang dipergunakan untuk penulisan skripsi adalah A4 ukuran (21,5 x 29,7 cm) dengan berat 70 atau 80 gram. (70 gram pada saat konsultasi, 80 gram untuk laporan akhir)

B. Ukuran Margin 
1.   Untuk skripsi yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, ukuran margin atas dan kiri masing-masing 4 cm; sedangkan margin bawah dan kanan masing-masing 3 cm.
2.   Untuk skripsi yang ditulis dalam Arab, ukuran margin atas dan kanan 4 cm; sedangkan margin bawah dan kiri masing-masing 3 cm.

C.   Jenis dan Ukuran Huruf (Type and Font Size)
Naskah skripsi ditulis dengan huruf standar dan ukurannya sebagai berikut:
1.    Arial ukuran 11 untuk teks, dan ukuran 14 dicetak tebal (bold) untuk judul dan subjudul skripsi yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
2.    Arial ukuran 10 untuk catatan kaki (footnote) untuk skripsi yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
3.    Traditional Arabic ukuran 16 untuk teks Arab,  Arabic Transparent ukuran 18 untuk subjudul, dan Monotype Koufi  ukuran 20 untuk Judul skripsi yang ditulis dalam bahasa Arab.
4.    Arabic Transparent ukuran 12 untuk catatan kaki (footnote) untuk skripsi yang ditulis dalam bahasa Arab.
5.    Judul sampul (cover) skripsi ditulis dengan huruf kapital dan diletakkan di tengah (posisi centring); ukuran huruf menyesuaikan dengan estetika penulisan  ( font size 14 untuk huruf latin, dan 20 untuk huruf Arab).

D.    Spasi
1.   Halaman Judul, nota dinas,  halaman pengesahan,  abstrak,  daftar isi, daftar gambar, table  ditulis dengan spasi tunggal (line spacing; single)
2.   Halaman pernyataan orisinalitas ditulis dengan spasi ganda (line spacing-double)
3.   Jarak baris: 1,5 spasi untuk skripsi yang berbahasa Indonesia atau Inggris; dan 1 spasi untuk yang berbahasa Arab
4.   Jarak baris untuk kutipan langsung lebih dari 5 baris: 1 spasi  untuk berbahasa Indonesia, Inggris, dan berbahasa Arab.
5.   Paragraf baru dimulai pada ketukan ketujuh dari margin kiri bagi skripsi yang berbahasa Indonesia dan Inggris, atau dari margin kanan bagi skripsi yang berbahasa Arab.
6.   Abstrak skripsi diketik 1 spasi maksimal 1 halaman, ditulis dalam dua bahasa. Untuk abstrak skripsi berbahasa Indonesia ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris/Arab, sedangkan skripsi berbahasa Arab atau Inggris abstraknya ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Arab atau Inggris.
7.   Penulisan nama Bab ditulis 1,5 spasi dan diletakkan pada bagian tengah.
8.   Biodata penulis/peneliti ditulis 1 spasi secara naratif atau terstruktur maksimal 2 halaman, dan diletakkan pada bagian akhir skripsi.
9.   Jarak antara judul dengan isi Daftar Isi adalah 3 spasi.
10.  Khusus untuk judul Daftar Gambar ditulis dengan tipe Arial 11 poin, dicetak tebal dan huruf besar (capital)
11.  Khusus untuk judul tiap bab ditulis dengan Arial 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital)


E.  Urutan Penyajian
1.   Sub judul/bab ditulis dari margin kiri, awal kata mengunakan huruf Latin kapital kecuali kata depan dan penghubung (seperti: dan, dalam, pada, dari, dst).
2.   Anak sub judul atau sub anak judul ditulis rata/sejajar dengan huruf pertama subjudul.
3.   Awal alenia diketik tujuh ketukan dari batas kiri pengetikan. Jika ada sub judul atau anak subjudul maka pengetikan alenia baru diawali dari huruf pertama subjudul atau anak sub judul.
4.   Sistem kategorisasi menggunakan sistem gabungan huruf dan angka.
Contohnya adalah sebagai berikut:
Subbab dari Bab II:
A. Fungsi Manajemen
        Xxxxxxx xxxx  xxx xxxxxxxxx xxxxx xxxxx  xxxxxxxx xxx  xxxx xxxx xxxxxx…
      1. Perencanaan
          a. Long term
              1) SWOT analysis
                   a) xxxxx
       xxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxx  xxxxxxxx    xxxxxx
                      (1) xxxxx
                          (a) xxxxxxxxx
               2) TOWS matrix
          b. Short term 
      2. Pengorganisasian
    3. Pelaksanaan
    4. Pengontrolan

F.     Penomoran Halaman
  1. Penomoran halaman isi dari Bab I sampai akhir skripsi menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 5, 6, dst.) diletakkan di sebelah kanan atas, 1,5 cm dari tepi atas kertas. Kecuali nomor halaman Bab (misalnya Bab I, Bab II, dan seterusnya) diletakkan di tengah bagian bawah, dengan ukuran 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
2.    Penomoran halaman lembar  judul (cover), lembar pengesahan, surat pernyataan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar istilah menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv, dan seterusnya) untuk skripsi yang berbahasa Indonesia dan Inggris. Sedangkan skripsi yang berbahasa Arab menggunakan huruf-huruf abjadiyah أ، ب، ج، د  dan seterusnya yang diletakan halaman bawah bagian tengah.
3.    Setiap halaman pada naskah Tugas Akhir, mulai Abstrak sampai Daftar Referensi harus diberi “auto text” pada footer dengan tulisan Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi (Arial 10 poin cetak tebal), ditulis pada posisi rata kanan (align right).




G.    Tabel/Diagram/Grafik/Gambar
       Tergolong gambar adalah gambar, grafik, dan diagram. Ketentuan pembuatan tabel dan gambar adalah sebagai berikut.
1.  Gambar, grafik, dan diagram diberi nama.
2.  Penulisan nama tabel, gambar, dan lainnya menggunakan huruf besar di awal kata (title case).
3.  Tabel dan gambar ditempatkan di antara bagian teks yang paling banyak membahasnya. Tabel dan gambar harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berdiri sendiri, agar dapat dimengerti oleh pembaca tanpa membaca keterangan dalam teks.
4.  Jika tabel ditulis dalam posisi landskap, sisi atas tabel adalah sisi yang dijilid.
5.  Tabel dan gambar selalu simetris di tengah (center) terhadap halaman.
6.  Nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab tabel dan gambar tersebut berada. Misalnya tabel I.1. berarti tabel pertama yang ada di bab 1. Jika dalam suatu tugas akhir hanya terdapat 1 (satu) buah tabel atau gambar, maka tidak perlu diberi nomor.
7.  Penulisan judul tabel dan gambar.
·      Tabel: judul ditulis di atas tabel, simetris di tengah (center) berjarak 1,5 spasi terhadap tabel yang bersangkutan. Judul tabel ditulis langsung mengikuti nomor tabelnya.
·      Gambar: judul ditulis di bawah gambar berjarak 1,5 spasi, simetris (center) terhadap gambar yang bersangkutan. Judul gambar ditulis langsung mengikuti nomor gambarnya.
8.   Penulisan sumber gambar dan tabel.
·      Tabel: sumber tabel (jika bukan olahan sendiri) ditulis di bagian bawah table berjarak 1,5 spasi dari tabel, huruf tegak tipe Arial 10 poin..Sumber yang sudah diolah lebih lanjut perlu diberi catatan ”telah diolah kembali”.
·      Gambar: sumber gambar (jika bukan olahan sendiri) harus ditulis di bagian bawah judul gambar berjarak 1,5 spasi dari judul gambar, huruf tegak tipe Arial 10 poin.. Sumber yang sudah diolah lebih lanjut perlu diberi catatan ”telah diolah kembali”.
9. Peletakan tabel atau gambar, berjarak dua spasi setelah teks. Penulisan teks  setelah tabel atau gambar dilanjutkan dengan jarak 1,5 spasi dari baris terakhir judul gambar.
10.Apabila judul gambar atau tabel melebihi satu baris, penulisannya  simetris di tengah (center) dan diketik dengan satu spasi.
11.  Jika tabel dan gambar terlalu panjang, dapat diputus dan dilanjutkan dengan        mengetikkan nomornya dan keterangan “sambungan” dalam tanda kurung.
12.  Jika tabel bersambung ke halaman berikutnya maka tidak perlu mengetik            ulang judul kolomnya, cukup diganti dengan nomor urut, sesuai dengan      halaman sebelumnya.
13.  Jika tabel dan gambar terlalu lebar, terdapat beberapa ketentuan sebagai             berikut:
·      ditempatkan secara memanjang di halaman tersendiri;
·      ditempatkan pada kertas lebar kemudian dilipat agar tidak melebihi format kertas;
·      diperkecil ukurannya sesuai format tugas akhir, tetapi ukuran huruf yang tercantum di dalamnya tidak boleh lebih kecil dari 10 poin (ukuran sebenarnya)

H.     Foto/Potret
Foto atau potret sebagai hasil pengamatan dari penelitian dapat dimasukkan dalam bab hasil penelitian. Foto atau potret yang disajikan harus menggambarkan keadaan sesungguhnya, misalnya kegiatan pembelajaran di kelas saat penelitian dilakukan bukan foto atau potret dari suatu buku atau majalah.

I.       Angka
Angka-angka hasil perhitungan yang disajikan dalam bab isi atau hasil penelitian dituliskan dengan pembulatan dua angka di belakang koma (dua desimal), misalnya 67,75. Sedangkan angka-angka hasil perhitungan yang disajikan pada lampiran dituliskan dengan pembulatan tiga angka di belakang koma (tiga desimal), misalnya 1967,812.

J.      Nama Subjek/Informan
Nama subjek, responden, dan informan penelitian yang berkaitan dengan data atau skor, tidak dicantumkan tetapi diganti dengan nomor urut atau kode.

K.     Sampul (Cover)
1.     Sampul (cover) skripsi di-laminating  dengan huruf/tulisan berwarna hitam
2.     Warna sampul skripsi adalah biru muda sesuai dengan lambang Fakultas Tarbiyah
3.     Logo IAIN STS Jambi dalam ukuran proporsional dan dalam posisi tengah diletakkan di bawah judul skripsi.

L.     Penulisan Bab

1.  Setiap bab dimulai pada halaman baru.
2.  Judul bab seluruhnya diketik dengan huruf kapital, simetris di tengah (center), cetak tebal (bold), tanpa garis bawah, tidak diakhiri tanda titik, dan satu spasi simetris tengah (center), jika lebih dari satu baris.
3.  Judul bab selalu diawali penulisan kata ‘BAB’ lalu langka Romawi  yang menunjukkan angka dari bab yang bersangkutan dan ditulis dengan huruf kapital,  tipe Arial, 11 poin, dan cetak tebal (bold). Contoh penulisan bab :
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
4.  Perpindahan antarbab tidak perlu disisipkan halaman khusus.
5.  Suatu yang bukan merupakan subordinat dari judul tulisan harus ditulis dengan sandi berikut.
Bullet atau huruf: jika tidak akan dirujuk di bagian lain dari tugas akhir, bentuknya bebas, asalkan berupa bentuk dasar (bulat, kotak, tanda minus), dan konsisten dalam keseluruhan tugas akhir.
 Huruf: jika akan dirujuk di bagian lain dari tugas akhir, harus digunakan huruf  untuk menghindari kerancuan dengan penggunaan angka untuk bab dan subbab. Bentuknya bebas, asalkan konsisten dalam keseluruhan tugas akhir. Contoh: a.atau a) atau (a). Ini merupakan derajat terakhir, dalam arti tidak boleh memiliki subperincian di dalamnya.
 Contoh penggunaan subperincian yang dilarang, sebagai berikut. Fungsi manajemen SDM antara lain
·      Pengadaan
Ø Rekrumen
Ø Seleksi
Ø penempat
·      pelatihan
Ø preservice training
Ø on job training
·      Kompensasi
·      Ratairement


M.    Lampiran
1.    Nomor dan judul lampiran ditulis di sudut kanan atas halaman (right-aligned) dengan huruf tegak tipe Arial 11 poin.
2.    Judul lampiran ditik dalam satu baris menggunakan huruf kapital di awal kata (title case).
3.    Lampiran yang lebih dari satu halaman, pada halaman berikutnya diberi keterangan “lanjutan” dalam tanda kurung pada sudut kanan atas halaman (rightaligned).

BAB VI
BAHASA DAN TEKNIK NOTASI ILMIAH


A.   Penggunaan Bahasa
  1. Penulisan skripsi mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).
  2. Penulisan skripsi menggunakan bahasa ilmiah.
  3. Skripsi Bahasa Arab berpedoman pada gramatika (qawâ’id) yang baik dan benar, diksi (pemililihan kosakata) yang tepat, dan gaya bahasa ilmiah (uslûb ‘ilmî) yang jelas dan lugas. Demikian juga skripsi Bahasa Inggris ditulis dengan menggunakan grammatical yang benar.
  4. Penulisan skripsi bagi mahasiswa jurusan/program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menggunakan bahasa Arab, sedangkan jurusan/program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menggunakan bahasa Inggris.
  5. Mahasiswa jurusan/program studi selain PBA dan PBI dibolehkan menulis skripsinya dalam bahasa Arab atau Inggris.
  6. Kata dan istilah mengacu pada Kamus Istilah Bidang Ilmu yang relevan dan otoritatif. Misalnya, untuk istilah pendidikan, dapat digunakan Dictionary of the Terms of Education (English-Arabic) karya Ramzi Kamel Hannallah dan Michael Takla Guirguis (1998). Untuk bahasa Arab, kamus yang dapat digunakan adalah al-Mu’jam al-Wasîth karya Ibrâhîm Anîs, dkk. atau Mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Mu’âshirah karya Hans Wehr. Sedangkan untuk bahasa Inggris, kamus yang dapat digunakan, antara lain, adalah Webster’s New World Dictionary dan  Oxford Advanced Learners Dictionary karya A.S. Hornby.
  7. Penulisan istilah asing dan daerah ditulis dengan huruf miring (italic), seperti kata maslahah mursalah, qiyas, tafsir maudhu’i, grounded research, action research, melek, alam takambang, eigen value,  dan sebagainya.
  8. Penulisan huruf yang berasal dari bahasa Arab harus berpedoman pada transliterasi (terlampir).

B.   Penulisan Tanda Baca
  1. Kaedah penting yang perlu diperhatikan: Titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda (%), diketik rapat dengan kata sebelumnya. 
  2. Tanda petik dua ("…") dan tanda kurung () diketik rapat dengan kata atau frasa yang diapit.
  3. Tanda hubung (-), tanda pisah (--), dan garis miring (/) diketik rapat dengan kata  yang mendahului dan mengikutinya.
  4. Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), lebih besar sama dengan (≥), lebih kecil sama dengan (≤), tambah (+), kali (x), kurang (-), dan bagi (:) plus-minus (±) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudah kata.

C.  Teknik Notasi
1. Kutipan
Kutipan dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu: kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
a.   Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah sama persis dengan sumber asli yang dikutip, baik dari segi struktur kalimat maupun tanda baca yang digunakan. Penulisan kutipan langsung diatur sebagai berikut:
1)  Kutipan langsung tidak melebihi satu halaman penuh;
2)  Kutipan langsung tidak lebih dari lima baris, diketik biasa menyatu dalam teks diawali dan diakhiri oleh tanda petik (") serta diberi nomor kutipan. Contoh: manajemen adalah “process of planning, organizing, leading, dan controlling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals””.1
3)  Kutipan langsung lebih lima baris, diketik dengan menjorok lima ketukan dan tidak dibubuhkan tanda petik, serta ditulis dengan jarak 1 spasi. Contoh:

Quality in education is an evaluation of the process of educating which enhances the need  to achieve and develop the talents of the customers of the process,and at the same time meets the accountability standards set by the clients who pay for the process or the outputs from the process of educating.2

4)  Kutipan langsung terjemah al-Qur’an dan Hadis diketik miring, menjorok (masuk) lima ketukan, berspasi satu, dan tidak menyebut kata “artinya”. Contoh:
....إنَّ اللهَ لاَ يُغَيِرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.S. Ar Ra'd: 11)

b.   Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah pengambilan ide atau pokok pikiran dari teori/pendapat yang dikutip. Kutipan ini dapat berbentuk saduran, ringkasan, atau kesimpulan, dan penulisannya tidak menggunakan tanda petik. Kutipan tidak langsung merupakan hasil sintesis yang ditulis dengan menggunakan bahasa penulis sendiri.
Contoh:
Kompetensi siswa adalah kemampuan siswa sebagai hasil belajar. Belajar memiliki lima dimensi sebagaimana dikatakan Marzano (2011), yaitu:
1.   dimensi sikap-sikap dan persepsi-persepsi positif terhadap belajar;
2.   dimensi penguasaan dan pengintegrasian pengetahuan;
3.   dimensi perluasan dan penghalusan pengetahuan;
4.   dimensi penggunaan pengetahuan secara bermakna;
5.   dimensi kebiasaan-kebiasaan berpikir produktif.

2. Penulisan Catatan Kaki
Catatan kaki adalah catatan pada bagian bawah halaman teks yang menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pandangan, atau teori mengenai masalah tertentu yang dijelaskan dalam teks. Penulisan catatan kaki:
a.    Diketik satu spasi dan dimulai dari margin kiri untuk skripsi berbahasa Indonesia dan Inggris dan margin kanan untuk skripsi yang berbahasa Arab, dan dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki.
b.     Tiap bab diberi nomor urut mulai dari angka Arab 1 sampai akhir bab, dan diganti dengan nomor 1 kembali pada bab baru berikutnya.
c.     Secara berurutan memuat: nama pengarang (tanpa gelar dan tidak dibalik) koma judul sumber/buku dengan hurup kapital setiap awal kata kecuali kata depan/preposisi koma jilid/juz koma kurung buka tempat/kota penerbit titik dua nama penerbit koma tahun terbit kurung tutup koma nomor cetakan (dapat disingkat: Cet. dan ط) koma dan nomor halaman  titik.
Contoh:
1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek, edisi ke 2, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 30.
2  J.W. Creswell, Educational Research Planing, Conductiing, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. (New Jersey: Pearson Education, Inc., 2008) , 20.

3تمام حسان، التمهيد في اكتساب اللغة العربية لغير الناطقين بها، (مكة المكرمة: جامعة أم القرى، 1984)، 15.

d.    Kutipan dari buku dengan nama pengarang yang terdiri dari dua atau tiga orang dicantumkan secara lengkap. Jika pengarang lebih dari tiga orang, maka hanya disebutkan nama pengarang yang pertama, lalu setelah tanda koma dituliskan singkatan et.al. atau dkk., atau وآخرون (dalam bahasa Arab). Catat bahwa al. (singkatan dari alia) harus diikuti oleh titik
Contoh:

4C. J. Cranny, Patricia C. Smith, dan Eugene F. Stone, Job Satisfaction,  (New York: An Imprint of Macmillan Inc., 1992),  2.

 5Abd. Muin Salim, dkk., Metodologi Ilmu Tafsir, (Yogyakarta: Teras, 2005),   30.
6John R. Schemerson Jr. et al., Organization Behavior, (New York: John Willey &. Sons, Inc.,1997), 89.

e.    Kumpulan karangan (bunga rampai atau antologi) yang dirangkum oleh editor, yang dianggap pengarangnya atau yang dicantumkan dalam catatan kaki adalah nama editor saja. Nama editor itu dicantumkan "(ed.)" dengan  italic (ed.). Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan "s" (eds.), sedangkan untuk bahasa Arab ditulis dengan تحقيق. Perhatikan contoh berikut:
7Fasli Djalal dan Dedi Supriadi (eds), Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah, (Jakarta: Adi Cita, 2001), 67.


f.     Apabila buku atau kamus itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid, maka bila disebutkan lagi sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang, judul dan nomor jilidnya. Contoh:
13Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, jilid I, (Jakarta: UI Press, 1973), cet. 3,  25.
14Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, jilid II, (Jakarta: UI Press, 1973), cet. 3,  40.

g.    Kutipan yang berasal dari buku bunga rampai (antologi) atau kumpulan tulisan dari beberapa penulis, cara penulisannya adalah: nama penulis, koma, tanda petik ("), judul tulisan, tanda petik ("), koma, dalam, nama editor, koma, judul buku (italic), koma, kurung buka, tempat terbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit, kurung tutup, koma, dan halaman. Contoh:
15Ahmad Sanusi, "Manajemen Strategik Pendidikan", dalam Rahmat Natawijaya (ed.), Rujukan Filsafat, Teori, dan Praksis Ilmu Pendidikan, (Bandung: UPI Press, 2007),  475.

h.    Kutipan yang berasal dari jurnal ditulis sebagai berikut: nama penulis, nama jurnal, yang dicetak miring (atau digarisbawah jika tidak ada cetak miring), judul artikel dalam dua tanda petik,  nama jurnal dicetak miring diikuti nomer volume tanpa tanda baca diikuti oleh  tahun dalam kurung, titik dua dan nomer halaman. Jangan gunakan “p.” atau “pp, h.” untuk menunjukkan nomer halaman.
nama penulis, judul artikel dalam dua tanda petik, nama jurnal ditulis  italic, edisi, dalam kurung tahun, titik dua halaman.
Contoh:
  17Jamaluddin, ”Rekonstruksi Fondasi Pendidikan Islam”, Edubio, 1, (2010): 75-78 
            
i.      Kutipan yang berasal dari publikasi surat kabar, majalah atau tabloid, cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis, judul artikel diapit tanda petik ("---"), ,nama surat kabar ditulis miring, tempat terbit, tanggal bulan dan tahun terbit, , nomor halaman. Contoh:
19Bonnie Stapleton, “I Ate Lunch with Socrates,” Lifelike Magazine,                                                      April 1981, 22-25.
20Hilmi Muhammadiyah, "Mengakhiri Diskriminasi terhadap Madrasah", Republika, Jakarta, 5 Januari 2007,  4.

j.      Kutipan yang berasal dari paper yang dipresentasikan dalam sebuah pertemuan, cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis, judul paper dalam tanda petik, dalam kurung dipresentasikan pada…nama pertemuan, tempat/kota, bulan tahun, halaman.
                21Asrinaldi, A, “Rekonstruksi Perkembangan Politik dan Dinamika Kampus” (dipresentasikan pada Seminar Education Politics and Politics of Education between Indonesia-Malaysia, Jambi, Oktober 2010), 8-10

k.    Kutipan yang berasal dari karya ilmiah yang tidak/belum diterbitkan (skripsi, tesis, disertasi atau manuskrip) cara penulisannya adalah: nama pengarang, judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik "----", disebutkan skripsi, tesis, disertasi atau manuskrip,  Contoh:

23 Ratna Sari Dewi. “Pengaruh Metode Pembelajaran dan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris.” (desertasi Doktor, Universitas Negeri Jakarta, 2008), 120-122.

l.      Kutipan yang berasal dari Undang-undang Dasar berdasarkan pasal atau amandemen, bagian dan ayat. Cara pengutipannya adalah: Nama undang-undang dasar, pasal, ayat.
            24Undang-undang Dasar 45 RI, pasal 29, ayat 1.
             
Catatan. Kutipan Undang-undang dasar tidak perlu dimasukkan dalam Daftar Pustaka.
m.   Kutipan dari undang-undang umum/peraturan, dan sejenisnya, penulisannya diawali dengan nama undang-undang/peraturan N0, dalam kurung tahun, halaman.
            25Undang-undang SISDIKNAS N0 20 (2003), 10
n.    Kutipan yang diambil dari buku yang nama pengarangnya tidak ada maka langsung ditulis nama bukunya atau ditulis Anon di depan nama buku tersebut.
26Standar Penilaian Penidikan (Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan, Kementrian Pendidikan Nasional, 2007),  80.

o.    Kutipan yang diambil dari internet dituliskan lengkap nama pengarang atau lembaga, judul, tahun akses, halaman, dan alamat website.
Contoh:
27J. Willis, Assessment for Learning-Why the Theory Needs the Practice, vol.3, 2007, 8, (http://www.apacall,org).

p.    Kutipan yang berasal dari wawancara yang diterbitkan mengikuti contoh berikut;
.              28Mary Jorgenson, interview by Alan McAskill, in Hospice Pioneers, ed. Alan McAskill  (Richmond: Dynasty Press, 1994), 68.
                28John Simon, “Picking the Patrons Apart: An Interview with John Simon,” interview by Selena Fox, Media Week, 14 March 1993, 43-44

Sedangkan kutipan yang berasal dari wawancara yang tidak diterbitkan mengikuti contoh berikut:
                30Yusuf Kalla’, wawancara oleh Kanisna, Ekonomi Indonesia, Metro TV, 1 Desember 2011
            30Hadri Hasan, wawancara oleh Peneliti, Jambi, 1 Januari 2012

q.    Referensi berikutnya atau yang diperpendek dalam catatan. Setelah kutipan lengkap untuk sebuah sumber diberikan sekali dalam catatan, bisa saja dalam catatan  selanjutnya dilakukan usaha memendekkan referensi untuk sumber itu dalam catatan yang dilakukan berikutnya. Salah satu metode yang paling enak dilakukan dalam memendekkan referensi berikutnya untuk sebuah sumber, diuraikan CMS adalah hanya dengan memberikan nama belakang pengarang atau nama depan saja sesuai aturan, diikuti oleh koma dan nomer halaman referensi:
30 Angela Genessario et al., Alimony and the Child: A National Survey (Baltimore: Colgate, 1991), 16-18, 78-82.



Referensi berikutnya
40 Genessario, 46
 
Jika ada kutipan untuk lebih dari satu karya oleh pengarang yang sama, anda harus memasukkan bentuk judul yang diperpendek dalam semua referensi berikutnya

Referensi pertama
23 John George, Fringe Groups I Have Known: The Radical Left and ght in American Society (New York: Lear Press, 1995), 45.

26John George, “Onward Christian Soldiers: Evangelism on the Plains,” Radical Wind Magazine, March 1994, 35,

Referensi berikutnya
32George, Fringe Groups, 56.
48George, “Christian Soldiers,” 34.


r.     Penggunaan Ibid. Ibid., singkatan dari istilah Latin ibidem, berarti “di tempat yang sama: dapat dipergunakan untuk memperpendek catatan yang menyebut sumber dalam catatan yang segera mengikutinya:

Referensi pertama

 14 Samuel Howard, William J. Abbott, and Jane Hope, Powerbase: How to Increase Your Hold on Your   Fellow Philosophy Students (Los Angeles: Gollum and Smythe, 1986), 35-36.

Referensi yang mengikuti

             15Ibid., 38
s.     Kutipan yang berasal dari karya terjemahan, cara penulisannya adalah: nama pengarang, judul terjemahan (italic), Terj. dari buku aslinya (italic) oleh nama penerjemah, tanda kurung buka, nama kota, titik dua, nama penerbit, koma, tahun, kurung tutup, cet., dan halaman.
Contoh:
        30Lorin W. Anderson and David R. Krathwohl (eds), Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen: Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom, Terj. Agung Prihantoro, (Yokyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 39.

t.      Sumber kutipan yang tidak jelas atau tidak disebutkan tempat terbitnya, maka tempat terbitnya ditulis dengan singkatan tt.p. atau  دون مكان (dalam bahasa Arab). Apabila tidak ada penerbitnya, maka nama penerbit ditulis dengan singkatan t.p. (دون ناشر); dan jika tidak ada tahun terbitnya, maka ditulis t.t. atau  دون تاريخ (dalam bahasa Arab). Sedangkan untuk singkatan  الطبعة menggunakan ط. , dan singkatan  الجزء  menggunakan huruf  جـ.  . Buku yang merupakan hasil suntingan yang semula berbentuk manuskrip, nama muhaqqiq-nya perlu disebutkan. Kata تحقيق  dapat disingkat dengan huruf ت.. Contoh:
25 عمرو بن بن عثمان بن قنبر سيبويه، الكتاب، ت.: عبد السلام هارون، (القاهرة: دن، 1966)، ج 1، ص. 47.

u.    Penulisan ayat al-Quran dan teks al-Hadits sesuai dengan aslinya, memperhatikan tanda-tanda baca yang tertera, disertai syakal-nya dengan menggunakan mushhaf Utsmânî serta menyebutkan nama surat dan nomor ayat untuk teks al-Qur’an dan nama perawi untuk teks al-Hadits dari sumber-sumber buku hadits langsung.

3.  Penulisan Catatan Perut (Bodynote)
  Catatan perut (bodynote) adalah catatan pada bagian tengah tulisan yang menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pandangan, atau teori mengenai masalah tertentu yang dijelaskan dalam teks. Penulisan kutipan/catatan perut pada Fakultas Tarbiyah disarankan menggunakan standar APA, dengan penjelasan sebagai berikut;
a. Penulisan Kutipan Tidak Langsung
Pada format APA, kutipan tidak langsung dituliskan dalam kalimat/teks dengan mencantumkan nama pengarang dan tahun penerbitan, tanpa menuliskan halaman karya yang dikutip.
Nama penulis disebutkan dalam kalimat
Muhibbin (2005) mengatakan bahwa belajar adalah ...
Pada tahun 2005, Muhibbin mengatakan belajar adalah ...
Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat
Dalam penelitian terkini mengenai belajar (Muhibbin, 1999) mengatakan,…
b. Penulisan Kutipan Langsung
Kutipan langsung pada format APA ditulis dengan menyebutkan nama pengarang, tahun terbit, dan halaman kalimat/teks yang dikutip. Kutipan langsung dibedakan atas dua jenis, yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.
Kutipan langsung pendek
Kutipan langsung pendek adalah kalimat yang dikutip kurang atau sama dengan 40 kata. Kutipan langsung pendek dituliskan dalam teks dengan memberi tanda petik diawal dan di akhir kutipan.
Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat
Dia mengatakan, “Learning is a change in human disposition …, “(Gagne, 1995, h. 5)….
Nama penulis disebutkan dalam kalimat
Menurut Gagne (1995), “Learning is a change in human disposition …”(h.5)
Gagne (1965) menemukan “Learning is a change in human disposition …”(h.5); ini bermakna bahwa…?
Kutipan langsung panjang
Kutipan langsung panjang adalah kalimat yang dikutip lebih dari 40 kata. Kutipan langsung panjang ditulis dalam paragraf tersendiri, dengan jarak 7 ketuk/spasi dari margin kiri, dengan jarak 1 spasi.
Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat
Dia mengatakan belajar adalah:
The process by which an activity originates or is changed throuhgt reacting to an encountered situation, provided that the characteristic of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendencies maturation, or temporary states of the organism (Hillar dan Bower, 1999, h.2)


Nama penulis disebutkan dalam kalimat
Hillar dan Bower dalam penelitiannya tahun 1999 menemukan sebagai berikut:
The process by which an activity originates or is changed throuhgt reacting to an encountered situation, provided that the characteristic of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendencies maturation, or temporary states of the organism (h. 2)

CONTOH PENULISAN KUTIPAN
Karya dengan 2 sampai 6 penulis
Nama keluarga/nama belakang penulis disebutkan semua.
Richards, Jones and Moore (1998) maintain that college students who actively participate in extracurricular activities achieve greater academic excellence because they learn how to manage their time more effectively.
Atau
The authors maintain that college students who actively participate in extracurricular activities achieve greater academic excellence because they learn how to manage their time more effectively (Richards, Jones, & Moore, 1998).
Karya lebih dari 6 penulis
Jika karya yang dikutip ditulis lebih dari 6 pengarang, yang ditulis hanya nama keluarga/belakang penulis pertama, dengan memberi inisial et al. Massachusetts state and municipal governments have initiated several programs to improve public safety, including community policing and after school activities (Smith et al., 1997).

Lebih dari 1 karya dengan penulis yang sama.
Semua tahun penerbitan publikasi harus disebutkan semua.
Fauzi (2006) dalam penelitiannya tentang sejarah pendidikan di Jambi, Fauzi (2007) menemukan bahwa Nurul Iman adalah madrasah tertua di Jambi.

Mengutip dari beberapa karya dari penulis yang berbeda dan tahun penerbitan dalam 1 kalimat (kutipan diambil dari sumber yang berbeda).

Kajian terkait tentang pentingnya perencanaan dalam kurikulum diantaranya Amstrong (1989), Beauchamp (1975), Brady (1990), Oliva (1992), Henson (1995), Tanner dan Tanner (1980)  dan  Eisner (2002)
...Atau  perencanaan merupakan aspek krusial dalam pengembangan kurikulum  (Amstrong, 1989; Beauchamp, 1975; Brady, 1990; Oliva, 1992; Henson, 1995; Tanner dan Tanner, 1980;  Eisner, 2002).

Karya dengan nama belakang penulis sama
Jika mengutip dari karya dengan nama belakang penulis yang sama dengan kutipan sebelumnya, nama depan penulis perlu dicantumkan pada kutipan berikutnya. Contoh: Desain penelitian kualitatif bersifat ‘emergent’(S. Nasution).
Jika dalam 1 kutipan;  D. M. Smith (1994) and P. W. Smith (1995) keduanya memberikan kesimpulan yang sama mengenai gaya parenting dan pengembangan anak.

Mengutip rumus, hasil penelitian/exact quotation
Harus mencatumkan nomor halaman.
Dalam penelitiannya tentang pengaruh alcohol terhadap pengendara, Smith (1991, h. 104) mengatakan "participants who drank twelve ounces of beer with a 3.5% alcohol content reacted, on average, 1.2 seconds more slowly to an emergency braking situation than they did when they had not ingested alcohol”.




Mengutip dari kutipan
Jika mengutip dari sumber yang mengutip, nama penulis asli dicantumkan pada kalimat, dan nama penulis yang mengutip dicantumkan pada akhir kalimat kutipan. Perilaku dipengaruhi oleh situasi sebagaimana dikemukakan Wallace (1972) in Individual and Group Behavior, a person who acts a certain way independently may act in an entirely different manner while the member of a group (Barkin, 1992, p. 478).

Tidak ada nama penulis
Jika tidak ada nama penulis, tuliskan 1 atau 2 kata pertama dari judul buku/halaman web. Jika mengutip dari buku atau website, judul ditulis dalam cetak miring. Jika mengutip dari artikel jurnal/majalah/surat kabar, judul ditulis dalam huruf tegak dengan memberi tanda petik di awal dan akhir kutipan.
Massachusetts state and municipal governments have initiated several programs to improve public safety, including community policing and after school activities (Innovations, 1997).
Artikel tanpa nama penulis dan tahun penerbitan
In another study of students and research decisions, it was discovered that students succeeded with tutoring (“Tutoring and APA,” n.d.).
Catatan: n.d. = no date
Lembaga sebagai penulis
Standar pengukuran kinerja digunakan dalam mengevaluasi sistem( Kementerian Agama RI, 2011)

Komunikasi melalui email
This information was verified a few days later (J. S. Phinney, personal
communication, June 5, 1999).
…Mahasiswa adalah stakeholder perguruan tinggi, karena itu pelayanan akademik harus diberikan secara maksimal (wawancara dengan Fauzi Bafadhal, 26 Nopember 2011).
Mengutip dari Website
Pada dasarnya mengutip dari website atau sumber elektronik sama dengan mengutip dari sumber tercetak. Jika mengutip dari website atau media elektronik, yang perlu dicantumkan adalah nama penulis, tahun penerbitan, nomor halaman (untuk kutipan langsung) atau jika tidak ada nomor halaman, sebutkan nomor bab (chapter), nomorgambar, tabel atau paragraf. Alamat website (URL) dan informasi lain dituliskan pada Daftar Referensi.
(Cheek & Buss, 1981, p. 332)
(Shimamura, 1989, chap. 3)

D. Penulisan Daftar Pustaka atau Bibliografi
Ketentuan umum penulisan daftar pustaka adalah
1.    Daftar pustaka ( (المصادر والمراجع، Referencesyang merupakan pertanggungjawaban terhadap sumber dan referensi yang menjadi acuan dalam proses penulisan skripsi ditempatkan di akhir skripsi setelah kesimpulan dan saran/rekomendasi
2.    Daftar pustaka ditulis dengan jarak satu spasi untuk satu judul buku, dan 1,5 spasi atau menggunakan auto antara satu judul yang satu dengan lain.
3.    Daftar pustaka disusun secara aplfabetis
4.    Sumber yang dikutip dalam uraian/teks harus ditulis lengkap dalam „Daftar Pustaka“. Sebaliknya, sumber yang terdaftar dalam Daftar Referensi harus ditulis dalam teks sebagai kutipan
5.    Penulisan daftar pustaka tidak menggunakan nomor urut.
6.    Gelar  akademik (Prof. DR, Ph.D, MA, S.Ag, dll), dan keagamaan (KH., Utz, dll) tidak perlu ditulis.
7.    Nama penulis ditulis nama keluarga/nama belakang terlebih dahulu, kecuali nama Cina, Jepang, Korea, karena nama keluarga sudah di awal.
Contoh :
Nama : Kwik Kian Gie.                      Penulisan : Kwik Kian Gie.
Nama : Heribertus Andi Mattalata. Penulisan : Mattalata, Heribertus Andi.
Nama : Joyce Elliot-Spencer.             Penulisan : Elliot-Spencer, Joyce.
Nama : Anthony T. Boyle, PhD.         Penulisan : Boyle, Anthony T.
Nama : Sir Philip Sidney.                    Penulisan : Sidney, Philip.
Nama : Arthur George Rust Jr.          Penulisan : Rust, Arthur George, Jr.
Nama : John D. Rockfeller IV.           Penulisan : Rockfeller, John. D., IV

8.    Baris kedua setiap sumber ditulis dengan jarak 5 ketuk/spasi dari margin kiri baris pertama dengan jarak antar baris 1,5 spasi.


Penulisan Daftar Pustaka Kutipan Footnote
a.    Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua jika namanya terdiri dari dua kata yang bukan merupakan tarkîb idhâfî atau nama terakhir), nama lengkap titik judul buku/karya dicetak miring (italic) titik tempat penerbitan titik dua nama penerbit koma tahun penerbitan titik.
              Contoh:
  Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda karya, 2007

b.    Apabila penulis terdiri dari dua orang, maka keduanya ditulis dihubungkan dengan kata dan atau and. Jika nama penulis yang pertama lebih dari dua kata, maka penulisannya juga harus dibalik. Apabila penulis lebih dari dua orang, maka ditulis nama pertama dan diikuti kata dkk (dan kawan-kawan) atau et.al. atau وآخرون atau  وزملاؤه (dalam bahasa Arab), seperti berikut:  

Contoh:

Grady, Delbert P., and Jane Ryan Torrance.            Philosophers and Their Secrets. 
         New York: Holograph Press, 1989.
Howard, Samuel, William J. Abbot, and Jane Hope. Powerbase: How to Increase Your Hold on Your Fellow Philosophy Students. Los Angeles:
Gollum and Smythe, 1986
Genessario, Angela, et al. Religion and the Child. Baltimore: Colgate, 1991

c.   Apabila ada dua karangan atau lebih berasal dari pengarang yang sama, maka nama pengarang dicantumkan satu kali, lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang (hypen) enam ketukan dari garis margin kiri (tulisan latin) dan margin kanan (bahasa Arab) dan diikuti oleh koma, dengan ketentuan mendahulukan sumber pustaka yang lebih dahulu tahun penerbitannya, atau urutan abjad judul buku.
    
     Contoh :
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda karya, 2007.
------. Pengembangan Kurikulum (Teori dan Praktek). Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.

d.   Jika penulis dan tahunnya sama, sedangkan judul bukunya berbeda, maka di belakang keterangan tahun diberi kode a, b, c, dan seterusnya sesuai dengan bulan terbit.
     Contoh:
     Harun Nasution. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jilid 1.  Jakarta: UI                       Press, Cet. III, 1986a.
-----,. Teologi Islam. Jakarta: UI Press, 1986b.

e.   Penulisan daftar pustaka untuk sumber yang diambil dari jurnal ilmiah dilakukan dengan susunan: nama pengarang, judul artikel (dalam tanda petik), nama jurnal (italic) volume, dan tahun terbit.
     Contoh:           
                             Fadlilla. “Manajemen Berbasis Sekolah.” Paedagogy 4 (2007).
                             Conlin, Joseph. “Teaching the Toadies: Cronyism in Academic Philosophy.”          Reason Today  4 (1987): 250-262.

f.    Penulisan Daftar Pustaka untuk sumber yang diambil dari buku hasil penyusunan, terjemahan, editan disusun dengan urutan; nama pengarang, judul (italic), Ed/Trans/Ed/Terj., nama editor/penjermah, tahun, tempat terbit, tahun.

Contoh:
Pound, Ezra. Literary Essays. Ed. T. S. Eliot. NewYork: New Directions, 1953. Aris, Philippe. Centuries of Childhood: A Social History of Family Life. Trans.                 Robert Baldock. New York: Knopf, 1962.
g.   Penulisan daftar pustaka Bab dalam koleksi banyak pengarang urutannya sebagai berikut: nama pengarang titik judul bab (dalam tanda petik) titik  judul buku, ed, nama editor, halaman, tempat terbit, tahun terbit.
Contoh:
Gray, Alexa North. “American Philosophers and the Foreign Press.” In Current Media Issues, Ed. Barbara Bonnard, 189-231. NewYork:                         Boulanger,1994.

h.   Penulisan daftar pustaka untuk sumber yang diambil dari makalah yang dipublikasikan dalam suatu seminar atau konferensi dilakukan dengan susunan: nama pengarang , judul makalah dalam tanda “……”,  tema seminar, tanggal, tempat dan tahun pelaksanaan.
     Contoh: 
     Asrinaldi, A. “Rekonstruksi Perkembangan Politik dan Dinamika Kampus”.             Makalah. Education Politics and Politics of Education, 21 Oktober, IAIN              STS Jambi,  2010.

i.    Penulisan daftar pustaka untuk sumber yang diambil dari tesis atau disertasi  dilakukan dengan susunan: nama pengarang, judul,  tesis/disertasi, tempat, lembaga, tahun, dan diakhiri dengan kata “tidak dipublikasikan”.
    
     Contoh: 
     Jamaluddin. “Manajemen Mutu Layanan Akademik Perguruan Tinggi di Jambi”. Desertasi. Pascasarjana UNINUS, Bandung, 2011, tidak dipublikasikan.

j.    Bahan/sumber yang diakses dari internet, cara penulisannya adalah: nama penulis, judul karya diletakkan dalam tanda petik (“….”), dari nama website yang diakses secara lengkap, dan tanggal akses atau download. 

Contoh:
Munawar-Rachman, Budhi. “Perjumpaan Kristen-Islam perlu Toleransi Sejati”,  www.kompas.com, 28 Desember 2006.

التويجري، عبد العزيز بن عثمان، "تحليل الاحتياجات الأساس لتعليم النساء"، من www.isesco.org.ma ، 3 يناير 2007.



k.   Sumber hasil wawancara ditulis dengan cara menyebutkan: nama yang diwawancarai titik Diwawancarai oleh ...titik. Topik wawancara (jika ada) tempat titik, tanggal bulan tahun.
Contoh:
            Hadri Hasan. Wawancara oleh Peneliti. Jambi, 1 Januari 2012
            Yusuf Kalla’. Wawancara oleh Kanisna. Ekonomi Indonesia.  Metro TV, 1                          Desember 2011
            Kennedy, Melissa. Interview by author. Tape recording. Portland, ME, 23
                        April 1993
l.    Sumber yang berasal dari dokumen /undang-undang Dasar tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Sedangkan kutipan yang diambil dari undang-undang mengikuti contoh berikut:
                        25Undang-undang SISDIKNAS N0 20 (2003), 10

Penulisan Daftar Pustaka kutipan bodynote

FORMAT APA
1.  Penulisan  daftar pustaka dengan format APA secara beruturan adalah; Nama Pengarang (dengan nama belakang terlebih dahulu dan nama depan hanya ditulis huruf awal saja) titik,  buka kurung tahun terbit tutup kurung titik, judul buku ditulis miring (italic) dan huruf pertama dari judul karya atau judul tambahan ditulis dengan huruf kapital titik, nama kota/tempat terbit titik dua nama penerbit.
Contoh:

Hamer, J. (2011). The practice of English language teaching. United Kingdom: Person Longman
I. BUKU
Penulis tunggal
Lexy, J.M. (2009). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja  (Manurung, 2020)Rosdakarya
Penulis dua atau tiga
Cone, J.D., & Foster, S.L. (1993). Dissertations and theses from start to finish:
Psychology and related fields. Washington, DC: American Psychological
Association.
Djamal, H.M., Ichsan, H.S., Toy, Z.A., Jamil, A., & Fauzia, A. (2008). Improving reading skill in english. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Tidak ada nama penulis
Merriam-Webster’s collegiate dictionary (10th ed.). (1993). Springfield, MA:Merriam-Webster.
Bukan edisi pertama
Mitchell, T.R., & Larson, J.R. (1987). People in organizations: An introduction to organizational behavior (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.
Penulis berupa tim atau lembaga
American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual ofmental disorders (4th ed.). Washington, DC: Author.
Buku berseri/multi volume (editor sebagai penulis)
Koch, S. (Ed.). (1959-1963). Psychology: A study of science (Vols. 1-6). New York: McGraw-Hill.
Terjemahan
Kotler, P. (1997). Manajemen pemasaran : Analisis, perencanaan, implementasi (Hendra Teguh & Ronny Antonius Rusli, Penerjemah.). Jakarta: Prenhallindo.
Artikel atau bab dalam buku yang diedit
Eiser, S., Redpath, A., & Rogers, N. (1987). Outcomes of early parenting: Knowns and unknowns. In A. P. Kern & L. S. Maze (Ed.). Logical thinking in children (pp. 58-87). New York: Springer.
Artikel/istilah dalam buku referensi
Schneider, I. (1989). Bandicoots. In Grzimek’s encyclopedia of mammals (vol.1, pp 300 304). New York: McGraw-Hill.

Makalah seminar, konferensi, dan sejenisnya.
Fauzi, B. (Oktober, 2011). Pendidikan Islam Menghadapi Tantangan  Global. Makalah. Dipresentasikan pada Seminar Nasional Pendidikan BEM Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi.

II. SERIAL
Urutan: pengarang titik, buka kurung tahun terbit tutup kurung titik, judul (tidak miring) titik, nama jurnal (miring) koma, edisi koma, halaman titik.
Artikel Jurnal
Clark, L.A., Kochanska, G., & Ready, R. (2000). Mothers’ personality and its
interaction with child temperament as predictors of parenting behavior. Journal of Personality and Social Psychology, 79, 274-285.
Artikel Majalah
Greenberg, G. (2001, August 13). As good as dead: Is there really such a thing as brain death? New Yorker, 36-41.
Artikel surat kabar
Crossette, Barbara. (1990, January 23). India lodges first charges in arms Scandal. New York Times, A4.
Artikel surat kabar, tanpa penulis
Understanding early years as a prerequisite to development. (1986, May 4). The Wall Street Journal, p. 8.
Resensi buku dalam jurnal
Grabill, C. M., & Kaslow, N. J. (1999). Anounce of prevention: Improving children's mental health for the 21st century [Review of the book Handbook of prevention and treatment with children and adolescents]. Journal of Clinical Child Psychology, 28, 115 116.
Resensi film dalam jurnal
Lane, A. (2000, December 11). Come fly with me [Review of the motion picture Crouching tiger, hidden dragon]. The New Yorker, 129-131

III. WAWANCARA
Hadri Hasan (, 1 Desember 2011). Interview pribadi.
White, Donna. (1992, December 25). Personal interview.
IV. KARYA LAIN DAN KARYA NONCETAK
Acara Televisi
Karni,I (Produser Eksekutif).(2 Desember 2011). Apa Kabar Indonesia Pagi. Jakarta: TV One
Crystal, L. (Executive Producer). (1993, October 11). The MacNeil/Lehrer news hour. [Television broadcast]. New York and Washington, DC: Public  Broadcasting Service.
Kaset Video/VCD
National Geographic Society (Producer). (1987). In the shadow of Vesuvius
. [Videotape]. Washington, DC: National Geographic Society.
Kaset Audio
McFerrin, Bobby (Vocalist). (1990). Medicine music [Audio Recording]. Hollywood, CA: EMI-USA.
Perangkat lunak komputer
Arend, Dominic N. (1993). Choices (Version 4.0) [Computer software]. Champaign, IL: U.S. Army Corps of Engineers Research Laboratory. (CERL Report No.CH7- 22510) 37

V. PUBLIKASI ELEKTRONIK
Urutan: Nama pengarang titik, buka kurung tgl bulan tahun tutup kurung titik, judul titik, tanggal bulan tahun akses titik, penerbit titik, alamat URL titik.
Karya lengkap
McNeese, M.N. (2001). Using technology in educational settings.  October 13, 2001. University of Southern Mississippi, Educational Leadership and Research. http://www.dept.usm.edu/~eda/
Artikel dari pangkalan data online
Senior, B. (1997, September). Team roles and team performance: Is there really alink? Journal of Occupational and Organizational Psychology, 70, 241-258. June 6, 2001. ABI/INFORM Global (Proquest) database.
Artikel jurnal di website
Lodewijkx, H. F. M. (2001, May 23). Individual- group continuity in cooperation and competition undervarying communication conditions. Current Issues in Social Psychology, 6 (12), 166-182. September 14, 2001.  http://www.uiowa.edu/~grpproc/ crisp/crisp.6.12.htm
Dokumen lembaga
NAACP (1999, February 25). NAACP calls for Presidential order to halt police
brutality crisis. June 3, 2001. http://www.naacp.org/president/releases/police_brutality.htm
Dokumen lembaga, tanpa nomor halaman, tanpa informasi tahun penerbitan
Greater Hattiesburg Civic Awareness Group, Task Force on Sheltered Programs. (n.d.). Fund-raising efforts. November 10, 2001. http://www.hattiesburgcag.org
Penulis dan informasi waktu penerbitan tidak diketahui
GVU's 8th WWW user survey. (n.d.). September 13, 2001.
http://www.gvu.gatech.edu/user_surveys/survey-1997-10/
Email
Wilson, R.W. (1999, March 24). Pennsylvania reporting data. Child Maltreatment Research. March 30, 1999. CHILD-MALTREATMENT-R-L@cornell.edu
CD-ROM
Ziegler, H. (1992). Aldehyde. The Software Toolworks multimedia encyclopedia (CDROM version 1.5). Boston: Grolier. Januari 19, 1999. Software Toolworks.
Nickell, Stephen J. (August 1996). Competition and corporate performance. The Journal of Political Economy, 104(4), 724-747. December 15, 2003. Proquest Database (CD-ROM).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar